Geger! Warga Bilah Barat Temukan Mayat Pria Tergeletak di Kebun Sawit, Polisi Gercep Olah TKP

Akurat Sumut - Warga Dusun Siluman A, Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu mendadak gempar.
Sosok mayat pria ditemukan tergeletak tak bernyawa di tengah perkebunan kelapa sawit pada Jumat (23/10/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Menerima informasi tersebut, Tim Identifikasi Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Labuhanbatu langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian guna melakukan penanganan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Jasad korban yang diketahui bernama Junanda Ramansa Bangun tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Boymin seusai melaksanakan ibadah salat Ashar sekitar pukul 16.20 WIB.
Saat hendak melihat kebun, Boymin terkejut menemukan korban sudah membujur kaku di atas tanah.
Saksi lantas memberi tahu abang ipar korban, Ismail Dalimunteh, yang kemudian memanggil Kepala Dusun setempat serta istri korban sebelum melaporkan peristiwa heboh ini kepada Bhabinkamtibmas Kecamatan Bilah Barat, AIPTU Aidil Siahaan.
Informasi tersebut dengan sigap diteruskan ke Pamapta III, IPDA Solihudin Hasibuan dan Tim Identifikasi Polres Labuhanbatu untuk penanganan darurat.
Di lokasi kejadian, korban ditemukan dalam posisi miring dengan bekas muntahan yang keluar dari bagian mulut dan hidung.
Dari saku celana belakang korban, petugas mengamankan sejumlah barang pribadi berupa dompet, telepon genggam, serta kunci sepeda motor yang kini telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga dengan disaksikan perangkat desa.
Meski sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar, hasil pemeriksaan awal petugas di TKP menunjukkan tidak adanya tanda-tanda luka maupun bekas kekerasan pada tubuh korban.
Menurut keterangan sang istri, korban sempat enggan makan sebelum ditemukan meninggal dunia.
Petugas kepolisian kemudian mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Aek Nabara PT Sri Pamela Medika Nusantara untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Pihak keluarga sendiri telah menandatangani surat pernyataan resmi terkait penolakan tindakan autopsi.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Aswin Irwan menegaskan bahwa seluruh langkah kepolisian dari sterilisasi TKP hingga evakuasi korban telah dijalankan secara profesional sesuai prosedur baku.
AKP Aswin juga mengimbau warga agar tidak ragu memberikan laporan cepat jika menemukan kejadian darurat di lingkungannya agar dapat segera ditangani secara responsif, tepat, dan humanis oleh jajaran Polres Labuhanbatu.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Waspada Bencana Hidrometeorologi: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut Hingga 26 Oktober
- 2Aceh Siaga Cuaca Ekstrem: BMKG Peringatkan Hujan Lebat Hingga 25 Oktober 2026
- 3Polda Sumut Bongkar Jaringan Judi Online Kamboja di Medan, 5 Kasir Ditangkap
- 4GEGER! Kapal Tengker Global 168 Diduga Selundupkan 2 Ton Sabu, 8 Orang Dicokok Tim Gabungan di Selat Malaka
- 5Dugaan Kecurangan Muskab KORMI Labuhanbatu, Juliana Munthe Layangkan Gugatan ke BAKI
- 6Jalan Rusak Parah di Cot Girek Aceh Utara, Truk Sawit Terguling
- 7Joint Operation Selat Malaka Bongkar 1,16 Ton Ketamin di Belawan
- 8Tragedi Berdarah Gemparkan Batu Bara! Polsek Talawi Ringkus Pelaku Pembunuhan Sadis Nelayan Muda
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur






