Sumut

Teka-teki Penyebab Kebakaran RSUD Rantauprapat: Polisi dan Manajemen Rumah Sakit Kompak Bungkam

Habibi Caniago | 26 Agustus 2026, 17:46 WIB
Teka-teki Penyebab Kebakaran RSUD Rantauprapat: Polisi dan Manajemen Rumah Sakit Kompak Bungkam
Penyelidikan kebakaran gudang insinerator limbah B3 RSUD Rantauprapat diwarnai aksi saling lempar konfirmasi di Polres Labuhanbatu. Manajemen RSUD Rantauprapat bungkam - Akurat Sumut/Habibi

Labuhanbatu - Penyelidikan atas insiden kebakaran hebat yang melalap gudang insinerator pengolah limbah B3 RSUD Rantauprapat pada Selasa (25/8/2026) dini hari kini menuai sorotan tajam.

Pasalnya, penanganan informasi resmi dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu terkesan berbelit-belit dan lambat, sementara pihak manajemen rumah sakit justru memilih menutup diri rapat-rapat.

​Usai Polres Labuhanbatu melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejelasan mengenai penyebab pasti musibah yang menelan kerugian hingga ratusan juta rupiah tersebut seolah menguap.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Jihad, tak kunjung memberikan keterangan resmi maupun merespons konfirmasi media sejak hari kejadian.

​Kondisi ini diperparah dengan sikap Humas Polres Labuhanbatu, AKP Aswin, yang terkesan melempar tanggung jawab konfirmasi saat dihubungi awak media ini, Rabu (26/8/2026). Ia meminta media mengejar keterangan langsung dari pejabat lain.

​"Kalau seperti itu (peristiwa), langsung aja konfirmasi sama KBO, Iptu Fajar Sidik. Kalau ke saya, nanti saya tanya lagi ke penyidiknya, langsung aja la," ujar AKP Aswin mengakhiri panggilan telepon.

​Namun ironis, saat wartawan menghubungi Iptu Fajar Sidik, yang bersangkutan justru mengaku sudah tidak lagi menduduki posisi KBO Reskrim. "Saya udah gak KBO lagi, saya udah di Kasiwas," ungkapnya singkat, memperjelas benang kusut alur informasi di internal kepolisian setempat.

​Di sisi lain, Manajemen RSUD Rantauprapat milik Pemkab Labuhanbatu ini semakin memperkeruh transparansi publik.

Direktur RSUD Rantauprapat, dr. Adi Subrata sedang melakukan perjalanan dinas luar. " Direktur dinas luar kota" kata salah seorang pegawai.

Kabag Keuangan, Abner Sitanggang, bungkam total. Keduanya mengabaikan seluruh upaya konfirmasi via telepon maupun pesan singkat terkait keamanan fasilitas pengolahan limbah beracun B3 pasca musibah.

​Sebelumnya, amukan 'si jago merah' menggegerkan ratusan pasien dan warga di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Soldengan, Kecamatan Rantau Selatan pada pukul 02.55 WIB.

Kobaran api menghanguskan gudang penampungan sampah serta mesin insinerator pengolah limbah B3 milik rumah sakit.

​Dua unit armada Damkar dan 8 personel pemadam kebakaran (Damkar) Labuhanbatu dikerahkan hingga api berhasil dipadamkan total sekitar pukul 04.05 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, pihak Damkar menaksir kerugian sementara material mencapai Rp100 juta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.