Sumut

Waspada Bencana Hidrometeorologi: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut Hingga 26 Oktober

Rahmat Hidayat | 21 Oktober 2026, 19:41 WIB
Waspada Bencana Hidrometeorologi: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut Hingga 26 Oktober
BMKG Wilayah I Medan mengimbau warga Sumatera Utara mewaspadai potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai angin kencang dan petir di 31 kabupaten/kota selama sepekan ke depan.

Akurat Sumut - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di kawasan Provinsi Sumatera Utara selama sepekan ke depan, terhitung sejak 19 hingga 26 Oktober 2026.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai guyuran hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas hingga bencana hidrometeorologi.

Prakirawan cuaca (Forecaster on Duty) BBMKG Wilayah I Medan, Putri Afriza, mengonfirmasi bahwa kondisi cuaca di mayoritas wilayah Sumatera Utara diprakirakan masih akan didominasi oleh curah hujan tinggi, terutama pada waktu siang hingga malam hari.

"Hujan diprakirakan mendominasi kondisi cuaca di wilayah Provinsi Sumatera Utara dari tanggal 19 hingga 26 Oktober 2026. Sesuai data yang ada, sedikitnya terdapat 31 kabupaten dan kota yang berpotensi terdampak," ujar Putri Afriza dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Putri memaparkan, daerah-daerah yang diprakirakan mengalami cuaca ekstrem tersebut mencakup wilayah Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Batu Bara, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Simalungun, Samosir, Toba, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Humbang Hasundutan.

Selain itu, potensi hujan juga membayangi Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, serta sejumlah wilayah perkotaan seperti Kota Binjai, Medan, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Sibolga, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli.

Menurut penjelasan BMKG, pembentukan cuaca ekstrem ini dipicu oleh peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan akibat dinamika atmosfer, seperti belokan angin, daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi), serta kondisi labilitas atmosfer yang tinggi di wilayah Sumatera Utara.

"Kondisi ini berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga sangat lebat, yang disertai petir dan angin kencang bersifat lokal pada siang sampai malam hari," jelasnya.

Menanggapi potensi risiko tersebut, BBMKG Wilayah I Medan mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dan mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan dampak buruk cuaca ekstrem.

Masyarakat juga diingatkan agar selalu memperbarui informasi dari kanal resmi BMKG dan tidak mudah terpengaruh oleh isu atau berita hoax mengenai cuaca dari sumber tidak tepercaya.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.