Sumut

Jalan Rusak Parah di Cot Girek Aceh Utara, Truk Sawit Terguling

Chairul | 23 Oktober 2026, 22:06 WIB
Jalan Rusak Parah di Cot Girek Aceh Utara, Truk Sawit Terguling
Akses jalan penghubung antar-kecamatan sepanjang 5,5 km di Cot Girek, Aceh Utara, rusak parah hingga memicu kecelakaan truk sawit. Warga mendesak perbaikan segera. - Akurat Sumut / Chairul

Akurat Sumut - Akses jalan penghubung antar kecamatan di Kemukiman Beurandang, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, semakin memprihatinkan.

Tingkat kerusakan yang parah menyebabkan satu unit truk pengangkut kelapa sawit terguling saat melintas di jalur tersebut pada Rabu (21/10/2026).

Jalan sepanjang kurang lebih 5,5 kilometer ini merupakan rute strategis yang menghubungkan Kecamatan Lhoksukon, Kecamatan Cot Girek, Kecamatan Pirak Timu, hingga Kecamatan Paya Bakong.

Selain menjadi jalur mobilitas harian warga dari sepuluh desa di Kemukiman Beurandang, rute tersebut merupakan urat nadi ekonomi lokal untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

Tokoh masyarakat setempat, Nurdin, menyatakan bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan diwarnai banyak lubang besar yang menggenang setiap kali hujan turun.

Menurutnya, janji perbaikan infrastruktur ini tak kunjung direalisasikan meski telah berulang kali diusulkan.

"Usulan telah berulang kali disampaikan, hingga kini belum juga mendapatkan perbaikan. Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi warga," ujar Nurdin pada Jumat sore (23/10).

Sejumlah desa di Kemukiman Beurandang yang terdampak langsung jalur ini antara lain Desa Beurandang Krueng, Beurandang Dayah, Supeng, Drien II, dan Beurandang Asan.

Desakan serupa disampaikan oleh Ketua Forum Geuchik Kecamatan Cot Girek, Muhammad Akbar. Ia mengonfirmasi bahwa aspirasi warga mengenai jalan rusak tersebut selalu masuk dalam agenda pembahasan tingkat kecamatan.

"Usulan perbaikan memang sudah beberapa kali disampaikan dalam Musrenbang Kecamatan. Namun hingga kini belum juga mendapatkan perhatian," kata Akbar.

Hal senada ditegaskan Mukim Beurandang, Usman (Pangeran). Ia mengeluhkan kondisi jalan bermaterial tanah dan bebatuan tersebut yang kian berbahaya saat musim hujan.

Kerusakan dinilai merugikan warga di berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi hasil bumi, layanan kesehatan, hingga akses pendidikan dan administrasi pemerintahan.

Masyarakat Kemukiman Beurandang berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan fisik agar mobilitas warga kembali lancar dan risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

C
Reporter
Chairul
H