Sumut

Banjir Rendam Sejumlah Desa di Aceh Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Chairul | 31 Oktober 2026, 12:54 WIB
Banjir Rendam Sejumlah Desa di Aceh Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
Hujan lebat picu banjir luapan di sejumlah desa di Aceh Utara, Jumat (30/10). BMKG Stasiun SIM Banda Aceh merilis peringatan dini potensi hujan lebat hingga 1 November 2026. - Akurat Sumut / Chairul

Aceh Utara - Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur Kabupaten Aceh Utara sejak Jumat sore (30/10/2026) memicu banjir luapan di sejumlah gampong (desa).

Debit air yang meluap dari Daerah Aliran Sungai (DAS) merendam pemukiman warga dengan ketinggian bervariasi hingga mencapai satu meter.

Berdasarkan pantauan awak media ini di lapangan, luapan air sungai Peutoe mulai merendam rumah-rumah warga di Desa U Baro, Kecamatan Cot Girek, sejak Jumat malam.

Meski demikian, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut pada Sabtu dini hari (31/10/2026).

"Debit airnya tidak begitu cepat naik, ini sedang surut," ujar Geuchik (Kepala Desa) U Baro, Kahar Muzakar, saat memantau kondisi air bersama warga setempat.

Selain Desa U Baro, peningkatan debit air juga terpantau di sejumlah titik lain di sepanjang DAS Peutoe.

Sekitar pukul 02:30 WIB, genangan air merendam beberapa ruas jalan penghubung Kecamatan Cot Girek dan Kecamatan Lhoksukon, meliputi Desa Teungoh LT, Desa Dayah LT, hingga Desa Krueng LT.

"Arusnya deras, tapi masih bisa dilintasi kendaraan bermotor dengan hati-hati," ungkap salah seorang warga saat melintasi ruas jalan yang terendam banjir.

Hingga Sabtu siang, informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa banjir luapan akibat peningkatan debit air sungai Keureutoe dan Pirak juga masih merendam sejumlah desa di Kecamatan Pirak Timu dan Matangkuli

Peringatan Dini BMKG: Potensi Hujan Lebat Berlanjut

Menanggapi kondisi ini, Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh sejak Jumat sore telah menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem.

Peningkatan curah hujan ini dipicu oleh adanya bibit siklon 91B serta aktivitas gelombang Kelvin di wilayah Aceh.

Selain itu, dinamika atmosfer turut didukung oleh adanya daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi yang memicu peningkatan aktivitas konvektif.

Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera serta perairan utara dan timur Aceh juga memperkaya kandungan uap air di atmosfer.

"Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh. Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang berpotensi terjadi hingga 1 November 2026," ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, Attiya.

Sejumlah wilayah di Aceh yang masuk dalam daftar peringatan dini cuaca ekstrem hingga dua hari ke depan meliputi Kabupaten/Kota yakni Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Besar, Aceh Selatan.

Lalu, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Nagan Raya, dan Kota Subulussalam.

Warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan serta tanah longsor, mengingat cuaca ekstrem diprakirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

C
Reporter
Chairul
H