Satresnarkoba Polrestabes Medan Gerebek Gudang Penyimpanan Narkoba Berkedok Kandang Ayam, 18 Kg Ganja Disita

Akurat Sumut - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan kembali membongkar sindikat peredaran narkotika jaringan antarprovinsi.
Petugas sukses menggerebek sebuah gudang penyimpanan ganja yang menggunakan modus licik berkedok kandang ayam di kawasan Deli Serdang, Rabu (28/10) malam.
Dalam operasi senyap yang menegangkan ini, polisi meringkus dua pemuda yang merupakan sahabat karib serta menyita barang bukti fantastis berupa 18 kilogram ganja kering siap edar.
Pengungkapan kasus besar ini bermula dari penangkapan tersangka pertama berinisial MF (28), warga Jalan Cinta Karya, Kecamatan Medan Polonia.
MF dibekuk di area parkir sebuah restoran cepat saji di Jalan AH Nasution, Medan, dengan barang bukti awal berupa 2 ons ganja kering yang hendak diedarkan di jantung Kota Medan.
"Kasus ini berawal dari penangkapan seorang pengedar di parkiran restoran cepat saji. Setelah penangkapan, kami lakukan pengembangan dan meringkus satu pelaku lagi yakni DS (19) warga Jalan Bajak V Medan," ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Jumat (30/10) pagi.
DS diringkus di kawasan Jalan Brigjen Katamso dengan barang bukti tambahan seberat 1 kilogram ganja dari tangannya.
Berdasarkan interogasi mendalam, terungkap bahwa MF dan DS merupakan dua sahabat sejak kecil yang kompak terjun ke dalam lingkaran hitam narkotika.
Kandang Ayam Terpencil Jadi Markas Narkoba
Tak berhenti pada penangkapan kedua pelaku, petugas terus melakukan pengembangan untuk melacak asal-usul barang haram tersebut.
Penyelidikan mengarahkan tim ke Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
Di sana, petugas mendatangi sebuah bangunan terpencil yang dari luar tampak seperti kandang ayam biasa guna mengelabui warga dan aparat penegak hukum.
"Dari kandang ayam, kami temukan barang bukti tambahan 17 kilogram ganja, yang disimpan di dalam safety box. Secara kasat mata, dari luar kandang ayam ini bahkan terlihat seperti rumah biasa, ini memang cara para pelaku mengkamuflasekan bisnis haram mereka," tegas AKBP Rafli.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, sindikat licik ini telah beroperasi selama tiga bulan terakhir. Pasokan ganja tersebut diketahui masuk secara ilegal langsung dari Aceh.
Buru Otak Pelaku
Saat ini, polisi telah mengantongi identitas satu pelaku berinisial FS yang diduga bertindak sebagai pengendali utama di atas MF dan DS.
FS kini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tengah dalam pengejaran intensif aparat.
"Kami pastikan FS akan kami ringkus dalam waktu dekat, tidak akan ada ruang bagi pelaku narkoba. Anda boleh saja menemui 1.000 cara untuk mengedarkan narkoba, tapi kami juga punya 1.000 cara untuk meringkus Anda. Mari sama-sama kita pulihkan para pengguna narkoba, kita putus mata rantai bandar narkoba, Polisi bersama masyarakat," pungkas AKBP Rafli dengan nada tegas.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Sejumlah Siswa SD Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru di Deli Serdang
- 2Kepala Sekolah SD di Deli Serdang Akui Fasilitasi Damai Bermaterai Kasus Pelecehan 8 Siswa oleh Oknum Guru
- 3Bibit Siklon Tropis 91B Terdeteksi di Utara Aceh: BMKG Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat
- 4Skandal Anggaran Pendidikan Labuhanbatu: BPK Turun Tangan Usai Puluhan Miliar Rupiah Dana Sekolah Tercatat Nol Persen
- 5Gudang Narkoba Internasional di Gerebek, 3 Kg Sabu, 10.000 Pil Ekstasi dan 1.778 Pod Disita
- 6Prakiraan Cuaca Kota Medan dan Sekitarnya Sepekan ke Depan, Dominasi Kondisi Berawan hingga Potensi Hujan Ringan
- 7Prakiraan Cuaca Labuhanbatu Hari Ini: Waspada Hujan Ringan, Udara Kabur dan Tips Berkendara
- 8Skandal Pungutan Liar Magang RSUD HAMS Kisaran: Inspektorat Kantongi Data Aliran Dana Gelap?
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur






