Sumut

BMKG Deteksi Titik Panas di Lhokseumawe, Jarak Pandang di Aceh Utara Merosot Hingga 2 Km

Chairul | 16 Oktober 2026, 10:22 WIB
BMKG Deteksi Titik Panas di Lhokseumawe, Jarak Pandang di Aceh Utara Merosot Hingga 2 Km
ILUSTRASI: BMKG mendeteksi titik panas (hotspot) di Muara Satu, Lhokseumawe. Dampak asap memicu penurunan jarak pandang hingga 2-3 km di Aceh Utara. - Dok: AI

Lhokseumawe - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mendeteksi kemunculan titik panas (hotspot) di Kota Lhokseumawe yang memicu penyebaran asap hingga menurunkan jarak pandang (visibility) secara signifikan di wilayah tetangga, Kabupaten Aceh Utara.

Berdasarkan pemantauan citra satelit hingga Rabu (14/10/2026) pukul 23.59 WIB, titik panas tersebut berada di kawasan Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Keberadaan hotspot ini disinyalir menjadi pemicu utama munculnya partikel asap yang bermigrasi ke wilayah sekitarnya.

Dampak dari sebaran asap tersebut mulai dirasakan nyata pada Kamis (15/10/2026) pagi.

Pengamatan Stasiun Meteorologi Malikussaleh mencatat jarak pandang di Kabupaten Aceh Utara merosot tajam hingga tersisa 2 sampai 3 kilometer pada pukul 08.00 WIB.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Cucu Kusmayancu, membenarkan fenomena penurunan jarak pandang ekstrem akibat terkontaminasi partikel asap tersebut.

"Hasil pengamatan jarak pandang dari Stasiun Meteorologi di wilayah Aceh, dilaporkan adanya penurunan jarak pandang menjadi berkisar 2-3 km di wilayah Aceh Utara," tegas Cucu Kusmayancu dalam keterangan tertulis resminya, Kamis (15/10/2026).

Meski demikian, BMKG memastikan dampak sebaran asap sejauh ini belum meluas ke seluruh wilayah Aceh.

Titik pemantauan di Sabang, Aceh Besar, dan Nagan Raya dilaporkan belum mengalami gangguan asap yang signifikan.

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar juga dipastikan tetap beroperasi normal.

Sementara itu, untuk analisis mutu udara, pemantauan konsentrasi Particulate Matter 2.5 (PM2.5) dari Stasiun Klimatologi Aceh menunjukkan indikator yang relatif stabil.

Kualitas udara di wilayah Indrapuri dan sekitarnya masih berada pada kategori Baik, sedangkan wilayah Aceh secara umum tercatat berada pada kisaran kategori Baik hingga Sedang.

Menyikapi kondisi cuaca dan kualitas udara yang dinamis, BMKG mengimbau masyarakat yang berada di zona terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan.

Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, serta wajib menggunakan masker medis atau N95 jika harus beraktivitas di luar rumah guna menghindari potensi gangguan pernapasan.

BMKG juga mendesak jajaran pemerintah daerah di Provinsi Aceh untuk segera memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri guna mengantisipasi dan meminimalisasi potensi perluasan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

C
Reporter
Chairul
H