Bibit Siklon Tropis 91B Terdeteksi di Utara Aceh: BMKG Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat

Lhokseumawe - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Provinsi Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terkait terbentuknya Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman, tepatnya di sebelah utara Aceh.
Fenomena atmosfer ini berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa angin kencang, hujan lebat, serta gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan.
Bibit siklon tersebut terpantau mengalami peningkatan fase dari pusat tekanan rendah (low pressure) pada Rabu sore (28/10/2026) hingga berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 91B pada Kamis (29/10/2026) pukul 01.00 WIB.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh Lhokseumawe, Kharendra Muiz, mengonfirmasi bahwa sistem ini terbentuk di wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.
"Saat ini posisi sistem berada di Laut Andaman, sebelah utara Aceh. Berdasarkan analisis, Bibit Siklon Tropis 91B memiliki peluang kategori sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia ke arah barat-barat laut," ujar Muiz di Lhokseumawe, Kamis (29/10/2026).

Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Meski arah pergerakannya menjauh, fenomena ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca daratan di Aceh dan sekitarnya.
Muiz menjelaskan, peningkatan kecepatan angin berpotensi terjadi sejak siang hingga sepanjang hari.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan mengguyur kawasan timur Aceh, seperti Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Aceh Timur, serta wilayah dataran tinggi Gayo.
Pada sore hari, potensi hujan perlu diwaspadai di wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Adapun kawasan lainnya diprediksi akan didominasi angin kencang dan hujan ringan yang berlangsung hingga malam hari.
Potensi Gelombang Tinggi di Selat Malaka
Selain berdampak pada cuaca darat, BMKG turut mengeluarkan peringatan dini terkait keselamatan pelayaran.
Tinggi gelombang di wilayah Selat Malaka bagian utara diperkirakan dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Nelayan, operator kapal, dan masyarakat pengguna transportasi laut diimbau untuk memperhitungkan kondisi cuaca serta dinamika gelombang sebelum berlayar guna mengantisipasi risiko kecelakaan laut.
Pengaruh tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 91B ini diprakirakan bertahan hingga Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 07.00 WIB.
BMKG meminta masyarakat tetap memantau pembaruan informasi cuaca resmi dan mewaspadai potensi pohon tumbang, banjir lokal, serta gangguan aktivitas luar ruangan.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sejumlah Siswa SD Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru di Deli Serdang
- 2Kepala Sekolah SD di Deli Serdang Akui Fasilitasi Damai Bermaterai Kasus Pelecehan 8 Siswa oleh Oknum Guru
- 3Bibit Siklon Tropis 91B Terdeteksi di Utara Aceh: BMKG Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat
- 4Skandal Anggaran Pendidikan Labuhanbatu: BPK Turun Tangan Usai Puluhan Miliar Rupiah Dana Sekolah Tercatat Nol Persen
- 5Gudang Narkoba Internasional di Gerebek, 3 Kg Sabu, 10.000 Pil Ekstasi dan 1.778 Pod Disita
- 6Prakiraan Cuaca Kota Medan dan Sekitarnya Sepekan ke Depan, Dominasi Kondisi Berawan hingga Potensi Hujan Ringan
- 7Prakiraan Cuaca Labuhanbatu Hari Ini: Waspada Hujan Ringan, Udara Kabur dan Tips Berkendara
- 8Skandal Pungutan Liar Magang RSUD HAMS Kisaran: Inspektorat Kantongi Data Aliran Dana Gelap?
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur





