Sumut

Lantik 10 Pejabat, Bupati Aceh Utara 'Ayahwa' Ancam Copot Jika Gagal dalam 100 Hari Kerja

Chairul | 30 Oktober 2026, 22:20 WIB
Lantik 10 Pejabat, Bupati Aceh Utara 'Ayahwa' Ancam Copot Jika Gagal dalam 100 Hari Kerja
Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil (Ayahwa) resmi melantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Beri ultimatum keras dan ancam copot jika dalam 100 hari kerja tak capai target - Akurat / Chairul

Aceh Utara - Suhu politik dan birokrasi di Kabupaten Aceh Utara mendadak memanas.

Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, mengeluarkan ultimatum keras saat melantik dan mengambil sumpah 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di aula Setdakab Aceh Utara, Jum'at sore (30/10/2026).

Tanpa basa-basi, Ayahwa menegaskan bahwa jabatan bukanlah hadiah ataupun tempat bersantai mencari kenyamanan, melainkan mandat suci yang harus dibuktikan dengan hasil kerja nyata.

Tak tanggung-tanggung, ia memberikan waktu 100 hari pertama bagi para pejabat baru untuk membuktikan kapasitas mereka.

"Saya tegaskan, jabatan bukanlah hadiah, bukan pula tempat untuk mencari kenyamanan. Jabatan adalah amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja, integritas, dan hasil nyata. Jangan sampai nanti saya panggil lagi pak Sekda Kota untuk buat ulang Feat and Propertest" seru Ayahwa dengan nada tegas.

Ultimatum 100 Hari dan Sorotan Tajam untuk RSUD Cut Meutia

Pelantikan yang berdasarkan Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 821.22/152/2026 ini menitikberatkan pada percepatan rehabilitasi pascabencana banjir, peningkatan pelayanan publik, serta akselerasi penyerapan APBK Perubahan.

Ayahwa secara blak-blakan memperingatkan para pejabat agar meninggalkan mentalitas birokrasi lamban yang hanya sibuk dengan rapat administratif tanpa solusi konkrit.

Ia memastikan bakal langsung mencopot pejabat yang loyo dan gagal memenuhi target.

“Apabila dalam 100 hari pertama saudara tidak mampu memenuhi target dan ekspektasi kinerja, tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan, atau gagal memberikan hasil sesuai kebutuhan organisasi, saya akan mengevaluasi kelayakan saudara untuk tetap menduduki jabatan tersebut. Apakah sudah siap?” cecar Ayahwa di hadapan para pejabat yang dilantik.

Sorotan khusus juga dialamatkan kepada Direktur RSUD Cut Meutia yang baru.

Ayahwa mewanti-wanti agar rumah sakit pelat merah tersebut tidak lagi menjadi sorotan negatif di media sosial atau pemberitaan akibat kinerja yang buruk.

“Jangan sampai seminggu sekali masuk koran itu. Kalau masuk (koran) dapat apresiasi entah, ini masuk (koran), TikTok. Saya ditegur. Saya harapkan kepada Pak Direktur RSUD Cut Meutia yang dilantik hari ini harus bekerja maksimal,” sindirnya tajam.

Daftar 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang Dilantik

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi setempat.

Berikut adalah daftar 10 pejabat yang resmi mengemban amanah baru.

Samsul Bahri. - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara (Sebelumnya Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes)

M. Yunus - Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara (Sebelumnya Kabid Pendidikan & Sumberdaya Santri)

Mansur - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLKH) Kabupaten Aceh Utara (Sebelumnya Kanid Rehabilitasi & Jaminan Sosial Dinsos PPPA)

Samsul Rizal - Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Aceh Utara (Sebelumnya Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab)

Muhammad Saleh - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara (Sebelumnya Kabag Pengadaan & Pengurusan Hak-hak atas Tanah Dinas Pertanahan)

Fauzi Saputra - Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Utara (Sebelumnya Camat Tanah Jambo Aye)

Fatwa Maulana - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Utara (Sebelumnya Sekretaris Dishub)

Ir. Mirza Gunawan - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Aceh Utara (Sebelumnya Kabag PBJ Setdakab)

Siti Aisah Br. Ginting - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Catatan redaksi: Penyesuaian nomenklatur/posisi penugasan) (Sebelumnya Sekretaris Dinas)

Abdurrahman - Direktur RSUD Cut Meutia Aceh Utara (Sebelumnya Wakil Direktur Pengembangan SDM & Informasi RSUD Cut Meutia)

Menutup arahannya, Bupati Ayahwa mengajak seluruh pejabat untuk menjadikan momentum evaluasi ini sebagai tolok ukur pengabdian kepada masyarakat Aceh Utara.

“Jadikan evaluasi sebagai ukuran nyata atas kemampuan saudara dalam mengemban amanah. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Sementara itu, dua instansi strategis lainnya yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Penanaman Modal (DPM Transnaker) terpantau belum masuk dalam gerbong mutasi JPT kali ini.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

C
Reporter
Chairul
H