Sumut

BMKG Imbau Warga Sumut Waspadai Hujan Petir dan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Nuraini Akurat Sumut | 26 Oktober 2026, 08:10 WIB
BMKG Imbau Warga Sumut Waspadai Hujan Petir dan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
BMKG memprakirakan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang akan melanda sejumlah wilayah di Sumut dalam sepekan ke depan. Masyarakat di daerah rawan bencana diminta meningkatkan kewaspadaan.

Akurat Sumut - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca bagi wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan sekitarnya.

Sejumlah kabupaten dan kota diprediksi mengalami dinamika atmosfer yang memicu potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat, disertai kilat, petir, serta angin kencang dalam kurun sepekan ke depan.

Berdasarkan pemantauan resmi BMKG pada Senin (26/10), variasi cuaca berawan hingga hujan ringan mendominasi kawasan pesisir barat dan pegunungan pada awal pekan ini.

Namun, intensitas hujan diproyeksikan meningkat signifikan menjelang pertengahan hingga akhir pekan.

Ancaman Cuaca Ekstrem di Wilayah Pegunungan dan Pesisir

Di wilayah dataran tinggi dan pegunungan, meliputi Kabupaten Karo, Simalungun, Toba, Samosir, hingga Dairi suhu udara diprakirakan berkisar antara 16 hingga 25 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni mencapai 62 hingga 99 persen.

BMKG mencatat potensi hujan petir berpeluang besar terjadi di kawasan Karo dan Simalungun pada pertengahan pekan.

Sementara itu, untuk kawasan pesisir timur dan wilayah perkotaan seperti Deli Serdang, Langkat, Asahan, dan Batu Bara, kondisi cuaca umumnya berawan hingga hujan ringan pada siang dan malam hari.

Suhu udara maksimum di wilayah ini diprediksi menyentuh angka 30-31 derajat Celsius, dengan potensi peningkatan intensitas hujan menjadi hujan petir pada rentang waktu Kamis hingga Sabtu.

Adapun di wilayah pesisir barat dan kepulauan yang mencakup Tapanuli Tengah, Nias, serta Mandailing Natal, masyarakat diimbau untuk mewaspadai perubahan cuaca mendadak, mulai dari udara kabur atau kabut tebal hingga potensi hujan petir lokal.

Antisipasi Risiko Bencana Hidrometeorologi

Menanggapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat serta para pemangku kepentingan di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem.

Ancaman seperti banjir bandang, tanah longsor di kawasan perbukitan, serta pohon tumbang akibat angin kencang perlu diantisipasi secara dini.

Masyarakat juga diharapkan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui saluran komunikasi resmi maupun aplikasi seluler InfoBMKG guna memastikan keselamatan beraktivitas selama sepekan ke depan.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.