Pemkab Nias Barat Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir 7 Hari, Bantuan Logistik Tahap Awal Mulai Disalurkan

Nias Barat - Pemerintah Kabupaten Nias Barat resmi menetapkan status keadaan darurat bencana banjir selama tujuh hari, terhitung sejak 7 hingga 13 September 2026. Langkah hukum dan operasional ini diambil usai rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda guna mempercepat pengerahan sumber daya dan penanganan bagi warga terdampak.
Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, menegaskan bahwa penetapan masa tanggap darurat dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan penuh pemerintah daerah menghadapi potensi risiko susulan.
“Penetapan tanggap darurat selama tujuh hari ini bukan berarti kita menganggap keadaan akan berlangsung selama tujuh hari. Kita berharap hujan segera berhenti dan kondisi cepat kembali normal. Namun, pemerintah harus siap apabila hujan berlanjut dan banjir kembali meningkat,” ujar Eliyunus, Senin (7/9/2026).
Bupati menambahkan, evaluasi situasi lapangan akan terus diperbarui berdasarkan laporan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tingkat genangan air, serta kondisi cuaca terkini. Jika kondisi membaik, status darurat akan disesuaikan. Sebaliknya, masa tanggap darurat dapat diperpanjang bila ancaman banjir masih bertahan.

Menindaklanjuti penetapan status darurat, Pemkab Nias Barat bergerak cepat menyalurkan bantuan kebutuhan pokok pada Senin (7/9/2026) malam pukul 20.00-22.00 WIB. Pendistribusian bantuan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Barat, Ernawati Gulo, dengan dukungan Tim Reaksi Cepat (TRC), perangkat daerah, serta personel Batalyon TP 903/Baluseda.
Berdasarkan data sementara, banjir akibat hujan deras sejak Minggu (6/9/2026) malam ini merendam 13 desa di empat kecamatan dan berdampak pada 595 Kepala Keluarga (KK).
Pada tahap awal, logistik berupa beras, mi instan, dan telur disalurkan melalui dua posko utama di Kecamatan Lahomi.
Posko Lahomi I: Melayani Desa Onolimbu (3 KK), Sitolumbanua/Bawadasi (88 KK), Lologundre (21 KK), dan Iraonogaila (39 KK).
Posko Lahomi II: Melayani Desa Onowaembo (81 KK) dan Tigaserangkai (97 KK).
Sementara itu, penyaluran bantuan untuk wilayah Posko Sirombu dan Posko Mandrehe akan menyusul segera setelah pemetaan kebutuhan dan kelengkapan logistik rampung.
Pemkab Nias Barat mengimbau masyarakat yang bermukim di area rawan banjir untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas terdekat. Proses pendataan penerima manfaat dan pemantauan kondisi wilayah dipastikan terus berjalan selama masa tanggap darurat. (Yohanes Giawa)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sejumlah Siswa SD Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru di Deli Serdang
- 2Kepala Sekolah SD di Deli Serdang Akui Fasilitasi Damai Bermaterai Kasus Pelecehan 8 Siswa oleh Oknum Guru
- 3Bibit Siklon Tropis 91B Terdeteksi di Utara Aceh: BMKG Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat
- 4Skandal Anggaran Pendidikan Labuhanbatu: BPK Turun Tangan Usai Puluhan Miliar Rupiah Dana Sekolah Tercatat Nol Persen
- 5Gudang Narkoba Internasional di Gerebek, 3 Kg Sabu, 10.000 Pil Ekstasi dan 1.778 Pod Disita
- 6Prakiraan Cuaca Kota Medan dan Sekitarnya Sepekan ke Depan, Dominasi Kondisi Berawan hingga Potensi Hujan Ringan
- 7Prakiraan Cuaca Labuhanbatu Hari Ini: Waspada Hujan Ringan, Udara Kabur dan Tips Berkendara
- 8Skandal Pungutan Liar Magang RSUD HAMS Kisaran: Inspektorat Kantongi Data Aliran Dana Gelap?
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur


