Gaji 3 Bulan Nunggak! Ribuan Pegawai Paruh Waktu Pidie Jaya Menjerit Kena "PHP" Pemkab

Pidie Jaya - Nasib naas menimpa sedikitnya 3.300 Pegawai Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Aceh.
Memasuki akhir Agustus 2026, para abdi negara ini harus mengelus dada lantaran hak gaji mereka menunggak hingga tiga bulan tanpa kepastian yang jelas dari pemerintah daerah.
Jeritan hati ini diungkapkan langsung oleh sejumah pegawai paruh waktu yang terpaksa merahasiakan identitas mereka demi keamanan, sebut saja R, I, dan S. Mereka membeberkan bahwa skema pencairan gaji sepanjang tahun 2026 berjalan amat tersendat dan jauh dari kata rutin.
"Gaji yang kami terima baru dua sampai tiga bulan sejak Januari. Setelah itu belum ada lagi pembayaran dan sampai sekarang belum ada kepastian kapan akan dibayarkan," ceret salah seorang pegawai dengan nada kecewa, Senin (31/8/2026).
Kondisi serba tidak pasti ini memantik amarah dan tanda tanya besar di kalangan pegawai. Mereka mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran serta mekanisme pencairan hak-hak mereka. Terlebih lagi, mayoritas dari mereka bergantung pada penghasilan tersebut untuk menopang kebutuhan dapur sehari-hari.
Menanggapi gejolak tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Pidie Jaya, Fuad Ansari, membenarkan bahwa postur tenaga paruh waktu di wilayahnya memang membengkak hingga ribuan orang.
"Jumlah pegawai paruh waktu di Kabupaten Pidie Jaya sekitar 3.300 orang, terdiri dari tenaga teknis, guru, dan tenaga kesehatan," terang Fuad.
Di sisi lain, Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Pidie Jaya terkesan melempar bola panas terkait penyelesaian tunggakan ini. Kepala BPKK Pidie Jaya, T Muslem, bergeming dan menyatakan bahwa pembayaran baru bisa dieksekusi setelah proses perubahan anggaran rampung.
"Gaji pegawai paruh waktu akan dibayar pada saat perubahan anggaran nanti," kilih T Muslem singkat.
Sayangnya, janji manis BPKK Pidie Jaya tersebut belum disertai kepastian tanggal maupun perincian besaran alokasi dana yang disiapkan. Akibatnya, 3.300 tenaga teknis, guru, dan tenaga kesehatan di Pidie Jaya kini hanya bisa mengurut dada, pasrah berada di dalam cengkeraman ketidakpastian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prakiraan Cuaca Sumut 31 Oktober: BMKG Ungkap Sebaran Hujan dan Wilayah Berawan
- 2Sejumlah Siswa SD Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru di Deli Serdang
- 3Kepala Sekolah SD di Deli Serdang Akui Fasilitasi Damai Bermaterai Kasus Pelecehan 8 Siswa oleh Oknum Guru
- 4BMKG Warning: Bibit Siklon 91B dan Gelombang Kelvin Aktif, Aceh Berpotensi Hujan Lebat Hingga 1 November 2026
- 5Prakiraan Cuaca Kota Medan dan Sekitarnya Sepekan ke Depan, Dominasi Kondisi Berawan hingga Potensi Hujan Ringan
- 6Banjir Rendam Sejumlah Desa di Aceh Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
- 7Lantik 10 Pejabat, Bupati Aceh Utara 'Ayahwa' Ancam Copot Jika Gagal dalam 100 Hari Kerja
- 8Prakiraan Cuaca Labuhanbatu Hari Ini: Waspada Hujan Ringan, Udara Kabur dan Tips Berkendara
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur




