Sumut

Geger! Pedagang Martabak di Labusel Ditemukan Membusuk di Rumah Kontrakan, Sempat Mengeluh Sakit Ini ke Istri

Habibi Caniago | 31 Oktober 2026, 22:20 WIB
Geger! Pedagang Martabak di Labusel Ditemukan Membusuk di Rumah Kontrakan, Sempat Mengeluh Sakit Ini ke Istri
Polisi saat Olah TKP penemuan pedagang martabak yang tewas membusuk di rumah kontrakannya. Korban sempat mengeluh sakit perut ke istrinya. - Dok: Humas

Akurat Sumut - Warga Lingkungan Pijor Koling, Kelurahan Langgapayung, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara (Sumut), mendadak digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam rumah kontrakannya, Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban diketahui bernama Syamdedi (54), seorang pedagang martabak yang sehari-hari mencari nafkah di kawasan tersebut.

Saat ditemukan, jasad korban sudah dalam kondisi membusuk dan mengeluarkan cairan hitam yang merembes keluar rumah, mengakhiri hidupnya yang tinggal sebatang kara dalam beberapa bulan terakhir.

Terbongkar Berkat Bau Busuk Menyengat

Kematian tragis ini pertama kali tercium oleh warga sekitar yang merasa curiga dengan bau busuk yang sangat menyengat dari arah rumah korban.

Kepala Lingkungan (Kepling) Pijor Koling, Muhammad Haris Hasibuan, mengungkapkan bahwa warga yang resah langsung melaporkan temuan tersebut kepadanya.

Bersama aparat kepolisian dari Polsek Sungai Kanan, Koramil, dan perangkat setempat, warga akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu samping rumah karena seluruh akses terkunci rapat dari dalam.

"Korban ditemukan sudah dalam posisi telentang di bagian depan rumah dengan kondisi tubuh yang sudah membusuk," ujar Haris saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Haris, korban sebenarnya telah bermukim di kawasan tersebut selama kurang lebih tiga tahun bersama istrinya.

Namun, dalam dua hingga tiga bulan terakhir, sang istri terpaksa pulang kampung, meninggalkan korban seorang diri di rumah kontrakan tersebut.

Sempat Mengeluh Sakit Perut dan Diare ke Istri

Sementara itu, pihak kepolisian yang langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik maupun penganiayaan pada tubuh korban.

Barang-barang berharga milik korban juga dipastikan aman dan tidak ada yang hilang.

Polisi yang berhasil menghubungi istri korban di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, mendapatkan fakta mengejutkan di balik kematian tragis ini.

Sang istri menyebutkan bahwa pada Rabu (28/10/2026) lalu, korban sempat menghubunginya via telepon dan mengeluhkan kondisi kesehatannya.

"Korban mengeluh sakit perut, buang air besar encer hingga tiga kali, dan mengalami demam," demikian keterangan kepolisian berdasarkan laporan sang istri.

Istri korban sempat menyarankan agar suaminya segera berobat ke fasilitas kesehatan. Namun, sambungan telepon tiba-tiba terputus, dan sejak saat itu korban tidak lagi bisa dihubungi meski ponselnya sempat berdering dan dalam kondisi terisi daya.

Keluarga Tolak Autopsi, Diduga Meninggal Akibat Sakit

Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Rosef Efendi melalui Kasi Humas AKP Sujono menyatakan bahwa pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan tenaga medis dari Puskesmas Langgapayung untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

Dari hasil pemeriksaan awal, tim medis tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana atau kekerasan fisik.

Polisi menduga kuat korban meninggal dunia akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.

Meski pihak kepolisian telah menyarankan untuk dilakukan autopsi demi kepentingan penyelidikan mendalam, pihak keluarga dengan tegas menolak dan membuat surat pernyataan resmi.

Jenazah almarhum Syamdedi akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dikebumikan melalui berita acara penyerahan jenazah.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.