Sumut

Dua Hari Listrik Padam di Sei Tampang! Manajer PLN Labuhanbilik Membisu

Habibi Caniago | 25 Oktober 2026, 22:03 WIB
Dua Hari Listrik Padam di Sei Tampang! Manajer PLN Labuhanbilik Membisu
ILUSTRASI: Warga Desa Sei Tampang, Bilah Hilir keluhkan listrik padam dua hari tanpa kejelasan. Pelayanan call center 123 dan Manajer ULP PLN Labuhanbilik dinilai tak responsif. - Akurat Sumut /AI

Akurat Sumut - Jeritan dan kekecewaan mendalam menyelimuti warga Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut.

Pasalnya, sudah dua hari lamanya wilayah pedesaan tersebut didera kelumpuhan total akibat pemadaman listrik yang berlarut-larut sejak Sabtu petang (24/10/2026).

Hingga Minggu malam (25/10/2026), aliran arus listrik tak kunjung menyala kembali.

Ironisnya, di tengah kondisi panik dan aktivitas masyarakat yang lumpuh total, penanganan konkret maupun kepastian solusi dari pihak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tak kunjung dirasakan masyarakat.

Situasi kian memprihatinkan lantaran beragam upaya warga untuk meminta penjelasan dari otoritas terkait tidak membuahkan hasil.

Layanan pengaduan resmi PLN melalui call center 123 tak memberikan respons memadai, sementara pucuk pimpinan PLN di tingkat lokal memilih bungkam.

“Sudah kami coba menghubungi call center 123, tetapi tidak ada respons. Manajer ULP PLN Labuhanbilik juga gak ada respon,” keluh Dimas dan Andi, dua warga Sei Tampang, Minggu malam.

Pemadaman listrik tanpa kejelasan ini memicu sorotan tajam terkait kualitas dan responsivitas pelayanan publik PLN bagi warga pelosok daerah.

Karenanya, energi listrik telah menjadi penopang vital seluruh aktivitas warga, mulai dari penerangan rumah tangga, sarana komunikasi, hingga roda ekonomi lokal.

Terputusnya pasokan energi selama berhari-hari memaksa warga menanggung kerugian tanpa ada tenggat waktu penyelesaian yang transparan.

Warga menuntut pihak PLN tidak tinggal diam dan segera menerjunkan tim teknis ke lapangan untuk mendeteksi akar masalah serta mempercepat perbaikan jaringan.

Informasi terbuka dan aksi nyata jauh lebih dibutuhkan ketimbang membiarkan pelanggan berada dalam ketidakpastian.

"Dua hari tanpa listrik bukan persoalan sepele. Warga membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar saluran pengaduan yang sulit diakses. PLN diharapkan segera memberikan penjelasan dan menyelesaikan gangguan tersebut agar masyarakat tidak terus dibiarkan dalam ketidakpastian," tegas warga.

Sayangnya, komitmen transparansi publik diuji dalam peristiwa ini. Hingga berita ini ditayangkan, Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN (Persero) Labuhanbilik, Geno Nenggala, belum bersedia memberikan keterangan maupun konfirmasi resmi terkait penyebab padamnya listrik di Desa Sei Tampang beserta langkah penanggulangan yang sedang berjalan.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.