8.300 Lebih Rumah Rusak Berat Disapu Banjir, Aceh Utara Bersiap Bangun Huntap! Bupati Ayahwa Kerahkan "Utoh" Lokal dan Wanti-Wanti Toko Bangunan

Aceh Utara - Angin segar akhirnya berhembus bagi ribuan korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Utara.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara resmi mengumumkan alokasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga di 14 kecamatan yang rumahnya hancur lebur tersapu banjir pada November 2025 lalu.
Langkah masif ini menandai babak baru percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Tak tanggung-tanggung, rencana pembangunan tahap awal ini mencakup lebih dari 8.300 unit rumah dengan menggandeng pengembang berpengalaman serta memprioritaskan tenaga kerja lokal demi membangkitkan ekonomi daerah.
Skema Insitu dan Komunal
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil (yang akrab disapa Ayahwa), mengumumkan langsung daftar nama gampong (desa) penerima bantuan pada Minggu malam (01/11/2026).
Data tersebut dipastikan telah melalui proses verifikasi faktual yang ketat.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, menjelaskan bahwa mekanisme pembangunan dibagi menjadi dua skema utama.
Pertama, skema Insitu, masyarakat yang masuk dalam daftar calon penerima bantuan diminta segera mempersiapkan lahan pembangunan di atas tanah milik pribadi, sepanjang memenuhi ketentuan teknis di sekitar tempat tinggal semula.
Kedua, skema Komunal, bagi warga yang membutuhkan, lahan pembangunan akan disiapkan langsung oleh Pemkab Aceh Utara.
"Guna mempercepat realisasi pembangunan, Ayahwa telah berkoordinasi dengan perusahaan inventor atau pengembang berpengalaman yang lulus verifikasi, serta aplikator lokal. Pelaksanaan pembangunan diarahkan untuk mengutamakan keterlibatan tenaga kerja lokal asal Aceh," ujar Muntasir, Senin (02/11/2026).

Panggilan Terbuka untuk "Utoh" Lokal dan Peringatan Tegas Harga Material
Dalam instruksi khususnya, Ayahwa melayangkan imbauan emosional sekaligus strategis kepada para tukang bangunan lokal yang akrab disapa utoh di Aceh Utara.
"Ayahwa mengimbau para utoh atau tukang bangunan agar tidak merantau terlebih dahulu dan bersiap ikut mengambil bagian dalam pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah masyarakat. Kebutuhan tenaga kerja diperkirakan sangat besar seiring dimulai pembangunan Huntap secara bertahap," tegas Muntasir.
Selain tenaga kerja, Pemkab Aceh Utara juga mewanti-wanti para pedagang dan penyedia material bangunan agar tidak memanfaatkan situasi demi meraup untung sepihak.
Harga bahan pokok konstruksi seperti bata, batako produksi lokal, batu, pasir, dan bata kuning wajib dijaga kestabilannya.
“Bahan baku seperti bata dan batako, silakan diproduksi oleh masyarakat agar produk lokal ikut berkembang. Jangan sampai ada toko yang menaikkan harga secara tidak wajar. Harga harus tetap stabil,” timpalnya.
Apresiasi Pemerintah Pusat dan Pengumuman Tahap Lanjutan
Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Aceh Utara, Ayahwa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden RI H. Prabowo Subianto, Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera H. Tito Karnavian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta seluruh elemen yang terus mengawal pemulihan Aceh Utara.
Pemerintah juga menegaskan bahwa daftar yang dirilis baru-baru ini merupakan tahap awal.
Kecamatan maupun gampong yang belum tercatat pada kategori rusak berat, sedang, ringan, maupun jenis bantuan lainnya, akan segera diumumkan pada gelombang berikutnya oleh Ayahwa.
14 Kecamatan Penerima Alokasi Huntap Tahap Awal
Berikut adalah sebaran wilayah kecamatan yang telah masuk dalam daftar resmi Pemkab Aceh Utara.
Kecamatan Lhoksukon (15 Gampong), Kecamatan Samudera (12 Gampong), Kecamatan Meurah Mulia (8 Gampong), Kecamatan Syamtalira Bayu (14 Gampong), Kecamatan Tanah Jambo Aye (34 Gampong), Kecamatan Dewantara (10 Gampong) dan Kecamatan Tanah Pasir (4 Gampong).
Lalu, Kecamatan Pirak Timu (4 Gampong), Kecamatan Matangkuli (4 Gampong), Kecamatan Lapang (5 Gampong), Kecamatan Nibong (8 Gampong), Kecamatan Baktiya (47 Gampong), Kecamatan Langkahan (23 Gampong) dan Kecamatan Muara Batu (19 Gampong).*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prakiraan Cuaca Sumut 1 November: Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Hujan Lebat dan Petir
- 2Prakiraan Cuaca Sumut 31 Oktober: BMKG Ungkap Sebaran Hujan dan Wilayah Berawan
- 3Prakiraan Cuaca Sumut 2 November: Potensi Hujan Petir Mengintai Sejumlah Wilayah
- 4Banjir Rendam Sejumlah Desa di Aceh Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
- 5Geger! Pedagang Martabak di Labusel Ditemukan Membusuk di Rumah Kontrakan, Sempat Mengeluh Sakit Ini ke Istri
- 6Musa Rajekshah Lepas Ribuan Peserta Fun Walk HUT ke-67 Pemuda Pancasila di Lapangan Merdeka
- 7Parah! Hampir 2 Tahun Mangkrak di Polres Labuhanbatu, Laporan Penggelapan Iuran BPJS Buruh PT LTS Mengendap Tanpa Kejelasan
- 8Jelang 4 Desember, Eks GAM Didata, Cek Bay Pertanyakan Kepatuhan TNI-Polri terhadap MoU Helsinki
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur






