Sumut

Kemendagri Kerahkan 5 Tim Khusus Evaluasi Penanganan Lonjakan Harga Cabai di Daerah

Habibi Caniago | 19 Oktober 2026, 18:36 WIB
Kemendagri Kerahkan 5 Tim Khusus Evaluasi Penanganan Lonjakan Harga Cabai di Daerah
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir - Dok: Kemendagri

Akurat.co - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengambil langkah tegas menyikapi tren kenaikan harga komoditas pangan, khususnya cabai rawit dan cabai merah, di berbagai wilayah.

Pemerintah pusat resmi membentuk dan menerjunkan lima tim khusus untuk memantau sekaligus mengevaluasi efektivitas penanganan lonjakan harga tersebut langsung di daerah.

Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menjelaskan bahwa pembentukan lima tim ini merupakan tindak lanjut atas laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait kenaikan harga cabai yang signifikan di sejumlah kabupaten dan kota.

Tim tersebut ditugaskan untuk melihat dari dekat perkembangan penanganan di lapangan sekaligus menguji efektivitas bantuan yang telah disalurkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

"Kami membentuk lima tim, Pak, lima tim untuk berangkat ke daerah yang [harga] cabainya tinggi dan mendapatkan bantuan dari Kementan, baik itu bibit, pupuk, saprodi, dan lain sebagainya. Kami ingin melihat sejauh mana perkembangan atau hasilnya," ungkap Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, masing-masing tim di lapangan akan berkolaborasi erat dengan perwakilan Kementan serta jajaran Pemerintah Daerah (Pemda).

Peninjauan langsung ini bertujuan untuk memetakan kendala riil di tingkat lokal serta mengukur sejauh mana kebijakan responsif yang telah diambil oleh pemerintah daerah dalam menstabilkan harga komoditas hortikultura tersebut.

Tomsi juga mengingatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar tidak sekadar bekerja di atas meja. Menurutnya, pemantauan harga aktual di pasar tradisional sangat krusial agar langkah-langkah intervensi dan kebijakan pengendalian yang dirumuskan benar-benar tepat sasaran sesuai kondisi objektif masyarakat.

"Ini untuk masyarakat. Nomor satu adalah bahwa harga-harga dapat terjangkau. Ini kewajiban kita," tegas Tomsi.

Melalui pengawasan ketat dan evaluasi berkala ini, Kemendagri optimistis sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat semakin diperkuat. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan gejolak harga pangan di pasaran sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.