Kabid Propam Kabur dan Bungkam Terkait Oknum Polisi Koboi, Aktivis: Bencana Kemanusiaan di Labuhanbatu

Labuhanbatu - Ketegangan pecah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, Sabtu (10/10/2026) malam.
Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Bulang Bayu Samudra, secara mendadak mendatangi ruang perawatan korban dugaan penembakan oleh oknum aparat kepolisian di area perkebunan sawit.
Kedatangan perwira tinggi berpangkat tiga melati emas ini bermaksud menjenguk Rahmat Alfian (34), warga yang terbaring 'kritis' usai diterjang peluru petugas di area PT Perkebunan Milano Cabang Dua Estate (Wilmar Group), Jumat (9/10/2026) siang.
Namun, drama terjadi usai pertemuan tertutup tersebut. Bukannya memberikan penjelasan transparan terkait insiden berdarah yang menimpa warga sipil, petinggi Polda Sumut justru memilih aksi bungkam massal dan menghindar dari kejaran awak media.
Suasana di lorong RSUD Rantauprapat mendadak memanas saat kamera para jurnalis mulai menyorot rombongan pejabat utama kepolisian. Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu, bahkan tampak sigap pasang badan dan melakukan barikade ketat guna membatasi ruang gerak wartawan yang berupaya meminta konfirmasi resmi.
"Nanti aja ya," cetus AKBP Wahyu singkat sembari melambaikan tangan kanannya dan melangkah cepat melarikan rombongan ke dalam lift rumah sakit, meninggalkan para pemburu berita tanpa kepastian.
Brondolan Sawit Dibalas Peluru
Sikap tertutup jajaran kepolisian ini memantik gertakan keras dari kalangan aktivis. Ketua Serikat Buruh Mapan Labuhanbatu, Jhon Beni Ginting, mengecam keras aksi koboi oknum polisi yang diduga mengobral tembakan kepada warga sipil hanya demi menjaga aset perusahaan swasta.
"Penembakan terhadap warga berinisial RA pada Jumat lalu di Dusun Cabang Dua, Desa Sei Nahodaris telah mencoreng wajah Kepolisian RI, khususnya Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan," tegas Jhon Beni Ginting kepada media, Minggu (11/10/2026) siang.
Jhon menegaskan, meskipun tindakan pencurian brondolan sawit merupakan pelanggaran hukum, tindakan penembakan menggunakan senjata berburu nyawa adalah bentuk arogansi fatal yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).
"Kabupaten Labuhanbatu bukan daerah konflik bersenjata! Tidak ada urgensinya menempatkan personel bersenjata lengkap di wilayah sipil. Kehadiran aparat persenjataan lengkap justru menjadi pemicu gesekan bloody (berdarah) dengan masyarakat," cetusnya berapi-api.
Tuding Polisi Jadi "Orang-orangan Sawah" Demi Oligarki
Lebih lanjut, Jhon menuding penempatan oknum aparat berlaras panjang di perkebunan Wilmar Group mengindikasikan fungsi kepolisian yang bergeser dari pengayom masyarakat menjadi benteng pertahanan korporasi.
"Polisi itu pengayom dan pelindung rakyat, bukan 'orang-orangan sawah' yang dipajang untuk melindungi aset dan kepentingan oligarki!" seru Jhon tajam.
Menurutnya, meletusnya insiden berdarah di PT Perkebunan Milano ini menjadi bukti buruknya hubungan sosial perusahaan dengan warga sekitar, termasuk dugaan kelalaian kewajiban Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dan kebun Plasma.
Atas insiden 'mematikan' ini, Serikat Buruh Mapan mendesak Pemkab Labuhanbatu segera melakukan audit menyeluruh terhadap PT Perkebunan Milano dan menuntut pihak korporasi bertanggung jawab penuh.
"Pihak perusahaan menikmati jasa oknum polisi tersebut. Sanksi pidana dan etik yang tegas wajib dijatuhkan kepada pelaku penembakan beserta seluruh pihak yang terlibat agar tragedi serupa tak berulang," pungkasnya.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Oknum Polisi Diduga Tembak Warga di Perkebunan Milano Cabang Dua, Korban Dilarikan ke RSUD Rantauprapat
- 2Pengakuan Korban Penembakan Oknum Polisi di Perkebunan Milano Cabang Dua: Ditembak Dua Kali dan Dianiaya
- 3Kabid Propam Kabur dan Bungkam Terkait Oknum Polisi Koboi, Aktivis: Bencana Kemanusiaan di Labuhanbatu
- 4Geger Penembakan Warga di Kebun Sawit, Kabid Propam Polda Sumut Bungkam dan Hindari Wartawan di RSUD Rantauprapat
- 5Ancaman Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Peringatan Dini Gelombang Rossby: Aceh Bakal Dihantam Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga 13 Oktober
- 6Akses Lumpuh Bertahun-tahun Berakhir! Jembatan Merah Putih Polresta Deli Serdang Buat Ekonomi Dua Desa Langsung Meledak
- 7Wartawan Gowes Sepeda ke Mekkah, Bupati Labuhanbatu Lepas Keberangkatan
- 8354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 9Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur


