Sumut

Geger Penembakan Warga di Kebun Sawit, Kabid Propam Polda Sumut Bungkam dan Hindari Wartawan di RSUD Rantauprapat

Habibi Caniago | 10 Oktober 2026, 22:38 WIB
Geger Penembakan Warga di Kebun Sawit, Kabid Propam Polda Sumut Bungkam dan Hindari Wartawan di RSUD Rantauprapat
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Bayu (baju biru) bungkam dan menghindari para awak media usai menjenguk korban penembakan oknum polisi di RSUD Rantauprapat, Sabtu (10/10) Malam. - Akurat Sumut / Habibi

​Rantauprapat - Kasus dugaan tindakan brutal oknum kepolisian yang menembak dan menganiaya warga sipil di Kabupaten Labuhanbatu kian memanas dan menuai sorotan publik.

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Bulang Bayu Samudra, secara mendadak menyambangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat pada Sabtu (10/10/2026) malam.

​Kedatangan perwira menengah berpangkat tiga melati emas tersebut bertujuan untuk menjenguk korban, Rahmat Alfian (34), yang terbaring lemah usai diterjang timah panas petugas. Namun, sikap bertolak belakang justru ditunjukkan jajaran kepolisian usai kunjungan tertutup tersebut.

Kabid Propam Polda Sumut memilih bungkam dan enggan memberikan klarifikasi sedikit pun saat diberondong pertanyaan oleh sejumlah awak media.

​Suasana di area RSUD Rantauprapat sempat memanas dan tegang ketika kamera para jurnalis mulai menyorot pergerakan rombongan pejabat utama kepolisian tersebut. Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu, tampak sigap pasang badan menghalangi serta membatasi ruang gerak wartawan yang berupaya meminta konfirmasi resmi.

​"Nanti aja ya," ujar AKBP Wahyu sembari melambaikan tangan kanannya dan melangkah cepat menggiring rombongan menuju tangga lift rumah sakit, meninggalkan awak media yang telah menunggu lama.

​Dituduh Curi Sawit, Ditembak dan Dihantam Gagang Senpi

​Tragedi berdarah yang menimpa Rahmat Alfian ini bermula pada Jumat siang (9/10/2026) di area perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Milano Cabang Dua Estate (Wilmar Group), Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Warga Desa Cabang Dua tersebut kini harus berjuang melewati masa 'kritis' akibat luka tembak serta benturan benda tumpul di bagian kepala.

​Berdasarkan kesaksian sumber tepercaya di lokasi kejadian, insiden bermula saat korban dituduh mencuri buah kelapa sawit (brondolan) di kawasan kebun perusahaan.

Saat korban yang panik berusaha melarikan diri, oknum aparat Polda Sumut yang bertugas melakukan pengamanan di area kebun mendadak melepaskan tembakan ke arah korban.

​"Informasi yang beredar, korban ketahuan mencuri brondolan. Ketika berusaha lari, korban ditembak mengenai bagian pinggang serta paha. Tidak hanya itu, kepala korban juga sempat dipukul menggunakan gagang senjata api," ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

​Korban langsung dievakuasi ke RSUD Rantauprapat menggunakan ambulans milik perusahaan pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB dengan pengawalan ketat jajaran Polres Labuhanbatu yang dipimpin langsung Wakapolres, Kompol PS Simbolon.

​Sayangnya, hingga berita ini ditayangkan, jajaran kepolisian terkesan menutup diri.

Keterangan resmi terkait penanganan kasus serta sanksi terhadap oknum penembak belum diekspos, mengingat Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu, Kasat Reskrim AKP Jihad, hingga Kapolsek Panai Tengah AKP Amlan belum merespons konfirmasi resmi yang dilayangkan awak media sejak Jumat (9/10) malam.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.