Harga Cabai Merah di Rantauprapat Meroket Hingga Rp52 Ribu per Kg

RANTAUPRAPAT - Lonjakan harga bahan pangan secara drastis kembali melanda kawasan Sumatera Utara. Harga komoditas cabai merah di Pasar Gelugur, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut terpantau melonjak signifikan hingga mendekati 100 persen, Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Selasa pagi, harga cabai merah kini dibanderol seharga Rp52.000 per kilogram. Kenaikan tajam ini terjadi hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga hari, melompat jauh dari kisaran harga normal pada akhir pekan sebelumnya.
Melonjaknya harga salah satu komoditas bumbu dapur utama ini memicu keluhan meluas, baik dari kalangan konsumen rumah tangga maupun para pelaku usaha mikro pendukung.
Melda, seorang ibu rumah tangga di Rantauprapat, menyuarakan keterkejutannya atas lonjakan yang mendadak ini. "Kenaikannya sangat tinggi, harganya sampai menembus lebih dari Rp50 ribu per kilo," ujarnya.
Dampak lonjakan harga ini berimbas langsung pada efisiensi operasional para pedagang kuliner. Paisal, seorang pemilik usaha makanan harian, mengaku terpaksa memangkas volume pembelian secara drastis guna menekan pembengkakan modal harian.
"Hari ini harga cabai merah sangat mahal. Biasanya saya membeli satu kilogram setiap hari untuk kebutuhan racikan sambal dagangan, tetapi hari ini hanya mampu membeli seperempat kilogram saja," ungkap Paisal. Ia mengharapkan adanya intervensi pasokan agar tingkat harga kembali stabil dalam waktu dekat.
Dari sisi rantai distribusi, minimnya pasokan dari daerah penghasil menjadi pemicu utama fluktuasi harga ini. Ros, salah satu pedagang di Pasar Gelugur, mengonfirmasi bahwa kelangkaan stok lokal terjadi karena belum masuknya pengiriman cabai dari wilayah basis produksi.
"Ketersediaan stok cabai hari ini sangat terbatas, sehingga harga terdongkrak naik. Hingga pagi ini, belum ada pasokan masuk dari wilayah Berastagi," terang Ros.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang dan konsumen di Labuhanbatu masih menunggu masuknya distribusi lanjutan dari kawasan Karo dan sekitarnya guna memulihkan kestabilan harga pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sejumlah Siswa SD Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru di Deli Serdang
- 2Kepala Sekolah SD di Deli Serdang Akui Fasilitasi Damai Bermaterai Kasus Pelecehan 8 Siswa oleh Oknum Guru
- 3Bibit Siklon Tropis 91B Terdeteksi di Utara Aceh: BMKG Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat
- 4Skandal Anggaran Pendidikan Labuhanbatu: BPK Turun Tangan Usai Puluhan Miliar Rupiah Dana Sekolah Tercatat Nol Persen
- 5Gudang Narkoba Internasional di Gerebek, 3 Kg Sabu, 10.000 Pil Ekstasi dan 1.778 Pod Disita
- 6Prakiraan Cuaca Kota Medan dan Sekitarnya Sepekan ke Depan, Dominasi Kondisi Berawan hingga Potensi Hujan Ringan
- 7Satresnarkoba Polrestabes Medan Gerebek Gudang Penyimpanan Narkoba Berkedok Kandang Ayam, 18 Kg Ganja Disita
- 8Prakiraan Cuaca Labuhanbatu Hari Ini: Waspada Hujan Ringan, Udara Kabur dan Tips Berkendara
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur


