Konvoi Ojol Warnai Hari Kebangkitan Nasional, Gubsu Dikepung Tuntutan Massa

AKURAT SUMUT - Memperingati Hari Kebangkitan Nasional, sekitar 500 pengemudi ojek online (ojol) dari 20 komunitas berkonvoi dari Lapangan Merdeka menuju Kantor Gubernur Sumatera Utara (Kantor Gubsu) pagi ini.
Mereka tiba sekitar pukul 10.30 WIB, menutup sementara Jalan Pangeran Diponegoro dan Jalan Imam Bonjol untuk memarkir kendaraan di kedua sisi jalan sebelum memulai orasi dan demo.
Rangkaian Aksi
1. Konvoi dan Lagu Kebangsaan
Massa bergerak beriringan sejak pukul 10.00 WIB, membawa spanduk seperti “Aplikator Lebih Rakus daripada Koruptor” dan “Potongan Aplikasi Jangan Lebih dari 10%”.
Setibanya di depan gerbang Gubsu, mereka menyanyikan Indonesia Raya bersama-sama sebelum orasi dimulai.
2. Jumlah Peserta dan Pengamanan
Kepala Dinas Perhubungan Sumut (Dishub Sumut), Agustinus, mencatat surat pemberitahuan aksi menyebutkan kehadiran sekitar 500 driver ojol.
Dishub mengerahkan 50 personel untuk mengatur lalu lintas; penutupan dan pengalihan arus dilakukan secara situasional sesuai kebutuhan.
4 Tuntutan Pokok
Ketua Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams), Agam Zubir, memaparkan aspirasi para driver:
1. Perppu sebagai Payung Hukum
“Kami mohon Presiden dan Gubernur Sumut segera mengeluarkan Perppu untuk melindungi hak-hak driver ojol, karena DPR belum mampu merumuskan regulasi yang memadai,” ujarnya.
2. Penghapusan Program Instan dan Promo Merugikan
Program “instan” dan promosi yang selama ini mendorong algoritma aplikasi justru menggerus pendapatan driver reguler.
“Driver yang ikut program instan dapat orderan lebih banyak, sementara kami terpinggirkan,” terang Agam.
Baca Juga: Tragis! Malioboro Ekspres Hantam Motor di Magetan, Empat Orang Tak Terselamatkan
3. Batas Maksimum Potongan Aplikasi 10%
Saat ini beberapa aplikator memotong lebih dari 30% biaya layanan. Para driver menilai angka tersebut terlalu tinggi dan menuntut revisi untuk menjamin pendapatan layak.
4. Jaminan Keselamatan Kerja
Ketiadaan standar keselamatan, seperti asuransi kecelakaan atau standar kendaraan menjadi perhatian utama.
“Kami berharap aplikator bertanggung jawab atas risiko yang kami hadapi di jalan,” tambah Agam.
Meskipun massa sempat berencana mematikan fitur aplikasi sebagai bentuk protes, pantauan di lapangan menunjukkan layanan ojek online seperti grab, gojek, maxim, inDrive dan aplikator lain tetap aktif dan banyak driver yang tetap membawa penumpang.
Petugas gabungan kepolisian pun telah dikerahkan untuk menjaga keamanan dan memastikan aksi berjalan tertib.
Para pengemudi ojol menegaskan akan bertahan hingga ada kepastian dialog dengan pemerintah daerah dan perwakilan aplikator.
Mereka berharap unjuk rasa Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi momentum bagi terciptanya regulasi yang adil dan perlindungan nyata bagi pekerja sektor transportasi Online.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1GEGER! Dosen ITB Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kamar Mandi Rumahnya di Berastagi, Mobil Mitsubishi XForce Raib Diduga Dirampok
- 2UPDATE Dosen di Berastagi Tewas Dibunuh: Mobil XForce Digasak, Akun FB Korban Mendadak Aktif Dipakai Pelaku!
- 3BPK Bongkar Catatan Dana Pendidikan 2025, Bupati Maya Hasmita Langsung Pasang Badan Tekankan Transparansi
- 4Laka Tunggal Truk Box Lumpuhkan Jalinsum PTPN IV Sisumut, Polisi Sigap Urai Kemacetan
- 5Gerak Cepat Jatanras Elang Sakti Polres Tebing Tinggi Bekuk Pencuri Becak Barang Rp25 Juta dalam Hitungan Jam
- 6Ratusan Pemulung Pasang Badan, Kuasa Hukum Cium Kejanggalan Dokumen dan Minta Perlindungan Kapoldasu
- 7Sarang Narkoba Teluk Pinang Digerebek Polsek Torgamba! Ali Pasrah Terciduk Simpan Sabu 1,7 Gram dalam Kotak Rokok
- 8354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 9Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur






