Modus Pintu Rusak, Sopir InDrive Diduga Lecehkan Penumpang SMP di Bandung

AKURAT SUMUT - Pada Selasa (13/5) sore, seorang pelajar perempuan asal Cileunyi, Kabupaten Bandung, menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh oknum sopir online.
Insiden ini memicu kecaman warga dan mendesak perusahaan penyedia layanan, InDrive, untuk bertindak tegas demi melindungi keselamatan penumpangnya, terutama kaum perempuan dan anak di bawah umur.
Kronologi Kejadian
Korban, yang masih duduk di bangku kelas 7 SMP, memesan perjalanan dari kawasan Manglayang menuju Komplek Boromeus.
Setibanya di lokasi penjemputan sekitar pukul 17.00 WIB, sopir menyatakan bahwa pintu belakang mobilnya “rusak” sehingga kedua penumpang perempuan itu diminta duduk di kursi depan.
Sejak awal, korban mengaku merasakan gelagat mencurigakan. Ketika sabuk pengaman hendak dipasang,
“cara sopir memasangkan sabuk hampir menyentuh dada saya,” ungkap korban. Beberapa menit kemudian, si sopir mengaku hendak mengoper gigi, tetapi justru meraba paha korban.
Melihat aksi tak senonoh itu, teman korban yang duduk di sebelahnya segera mengabadikan kejadian lewat ponsel sebagai bukti.
Tidak hanya menyentuh tanpa izin, pelaku juga melontarkan komentar meresahkan setelah mengetahui korban masih sekolah di SMP.
“Berarti sudah pengalaman, ya?” tawa sang sopir yang terdengar dalam rekaman, lalu menambahkan, “atau belum?”
Ujaran tersebut semakin menegaskan betapa rendahnya moral oknum sopir tersebut dan menimbulkan kemarahan publik.
Identitas dan Tindak Lanjut
Dilansir dari Detik Plat nomor kendaraan D 1288 AEM tercatat sebagai mobil yang digunakan pelaku. Polisi Sektor Cileunyi, di bawah Kompol Rizal Adam, membenarkan laporan tersebut.
“Betul, saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” kata Kompol Rizal. Ia meminta masyarakat untuk bersabar dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwajib.
Warganet ramai-ramai mendesak akun resmi @indrive.id memberikan klarifikasi dan menjelaskan langkah penanganan kasus ini. Mereka menuntut InDrive melakukan:
1. Verifikasi dan penonaktifan sopir yang bersangkutan hingga proses hukum tuntas.
2. Peningkatan keamanan dengan pelatihan antisipasi pelecehan bagi seluruh mitra pengemudi.
3. Sarana pengaduan cepat, misalnya tombol darurat di aplikasi, untuk mengevakuasi penumpang saat dalam situasi berbahaya.
Kasus ini kembali mengingatkan bahwa aspek keselamatan, terutama bagi penumpang perempuan dan anak-anak, harus menjadi prioritas utama setiap penyedia layanan transportasi daring.
Regulasi, teknologi, dan edukasi bersama semua pihak akan menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prakiraan Cuaca Sumut 31 Oktober: BMKG Ungkap Sebaran Hujan dan Wilayah Berawan
- 2Sejumlah Siswa SD Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru di Deli Serdang
- 3Kepala Sekolah SD di Deli Serdang Akui Fasilitasi Damai Bermaterai Kasus Pelecehan 8 Siswa oleh Oknum Guru
- 4Banjir Rendam Sejumlah Desa di Aceh Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
- 5BMKG Warning: Bibit Siklon 91B dan Gelombang Kelvin Aktif, Aceh Berpotensi Hujan Lebat Hingga 1 November 2026
- 6Prakiraan Cuaca Kota Medan dan Sekitarnya Sepekan ke Depan, Dominasi Kondisi Berawan hingga Potensi Hujan Ringan
- 7Lantik 10 Pejabat, Bupati Aceh Utara 'Ayahwa' Ancam Copot Jika Gagal dalam 100 Hari Kerja
- 8Bibit Siklon Tropis 91B Terdeteksi di Utara Aceh: BMKG Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur







