Sumut

Pesta Gay Bertema Family Gathering di Puncak! 74 Pria dan 1 Perempuan Ditangkap

Kurnia | 25 Juni 2025, 00:28 WIB
Pesta Gay Bertema Family Gathering di Puncak! 74 Pria dan 1 Perempuan Ditangkap

AKURAT SUMUT - Bayangkan suasana malam di sebuah vila mewah Puncak Bogor yang tiba-tiba riuh oleh langkah seragam biru.

Tanpa tedeng aling-aling, aparat kepolisian membubarkan sebuah acara yang diklaim family gathering pada Minggu dini hari, 22 Juni 2025.

“Seluruhnya yang diamankan ada 75 orang, terdiri dari 74 laki-laki dan satu perempuan,” kata AKP Teguh Kumara kepada wartawan, Selasa (24/6), menegaskan jumlah peserta yang digelandang tanpa merinci identitas.

“Polres Bogor mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya acara di salah satu villa di Puncak yang diduga dijadikan ajang pertemuan kaum LGBT laki-laki,” ujar Kasat Reskrim Polres Bogor tersebut, menggambarkan awal mula penggerebekan berdasarkan laporan warga.

Dengan sigap, Polsek Megamendung bergandeng tangan dengan Polres Bogor mendatangi lokasi.

“74 orang laki-laki dan satu orang perempuan yang sedang berkumpul dan baru selesai melaksanakan pentas atau kontes pemilihan The Big Star.” jelas AKP Teguh Kumara, memperlihatkan bahwa acara tersebut lebih menyerupai pagelaran seni ketimbang pertemuan biasa.

Baca Juga: TikTok Dijadikan Alat Sebar Konten Asusila, Polda Sumut Tangkap Pemilik Akun @presidenmangkok

Tersebar lewat media sosial, panitia menyulap undangan menjadi tematik family gathering yang ternyata diisi kontes lip-sync, menyanyi, dan menari.

“Panitia menyebarkan undangan dengan tema family gathering yang diisi dengan penampilan pentas dan pertunjukan lomba menyanyi dan lomba menari,” terang AKP Teguh Kumara, mengungkap cara mereka menutupi acara sesungguhnya.

Tidak hanya peserta dan panggung, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yaitu empat buah alat kontrasepsi yang masih terbungkus dan satu pedang yang dipakai untuk pertunjukan seni tari.

“Pada saat penggerebekan kami tidak menemukan perbuatan asusila, namun kami menyita alat kontrasepsi dan pedang sebagai barang bukti,” papar Teguh Kumara, menegaskan bahwa pemeriksaan lanjutan akan menyasar panitia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr. Fusia Meidiawaty mengungkap hasil skrining awal terhadap pelaku yang diamankan petugas kepolisian. 

Baca Juga: Dibakar Cemburu, Pria Bunuh Kekasih yang Sudah 7 Tahun Bersama di Hotel Pematangsiantar

“Hasil skrining menunjukkan 30 orang reaktif. Perlu digarisbawahi bahwa reaktif belum tentu positif. Itu hanya tahap awal,” jelas dr. Fusia Meidiawaty, menandai langkah selanjutnya untuk pemeriksaan definitif di puskesmas.

“Hanya 10 persen peserta berasal dari Bogor. Untuk yang bukan warga Bogor, kami akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan di wilayah asal masing-masing,” ujar Kepala Dinkes, menyoroti distribusi geografis peserta yang mayoritas datang dari Jabodetabek.

Dalam keterangan singkatnya, AKP Yulita Heriyanti, Kapolsek Megamendung, mengungkap usia peserta yang bervariasi bahkan yang termuda berusia 21 tahun. 

“Berkisar dari umur 21 sampai 50 tahun,” kata AKP Yulita Heriyanti,

Dengan data sebanyak ini, aparat masih terus melakukan pendalaman terhadap penyelenggara dan peserta.

Koordinasi lintas instansi kepolisian dan dinas kesehatan diharapkan mampu mengungkap seluruh jaringan di balik pesta family gathering yang berujung penggerebekan ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I