Sumut

Waspada Hujan Lebat Disertai Petir di Sebagian Besar Wilayah Sumut hingga 9 November 2026

Habibi Caniago | 6 November 2026, 09:54 WIB
Waspada Hujan Lebat Disertai Petir di Sebagian Besar Wilayah Sumut hingga 9 November 2026
BMKG Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Hujan lebat disertai petir diprakirakan melanda 28 kabupaten/kota di Sumut hingga 9 November 2026.

Akurat Sumut - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I Medan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Wilayah ini diprakirakan dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang sejak Senin, 2 hingga Senin, 9 November 2026.

Petugas Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Putri Afriza, menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem tersebut diprakirakan dominan terjadi pada siang hingga dini hari.

"Potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh sejumlah dinamika atmosfer, di antaranya aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), anomali suhu muka laut yang hangat, serta terbentuknya daerah konvergensi dari pantai barat hingga pantai timur Sumatera Utara yang didukung oleh kondisi atmosfer yang labil," ujar Putri melalui pesan elektronik, Jumat (6/11/2026).

Sebelumnya, dalam sepekan terakhir, sejumlah wilayah di Sumut juga telah dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem akibat sirkulasi siklonik di Pantai Utara Aceh, terbentuknya area konvergensi dan belokan angin, serta aktivitas MJO di Samudera Hindia.

Berdasarkan catatan BMKG, curah hujan tertinggi dalam sepekan terakhir tercatat di Pos Hujan Kebun Boyan, Kabupaten Langkat, yang mencapai 160 mm pada 27 Oktober 2026. Disusul Pos Hujan Tarabintang di Kabupaten Humbang Hasundutan sebesar 125 mm pada 28 Oktober 2026.

Dalam prospek sepekan hingga Senin, 9 November 2026, hujan sedang hingga sangat lebat secara merata diprakirakan melanda 28 kabupaten/kota di Sumut, yang meliputi Wilayah Pantai Timur dan Sekitarnya yakni Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai.

Lalu, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Wilayah Pegunungan dan Dataran Tinggi meliputi Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba, dan Kabupaten Samosir.

Wilayah Pantai Barat dan Tapanuli yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Padang Lawas, dan Kabupaten Mandailing Natal.

Selanjutnya, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Barat, dan Kota Gunung Sitoli.

Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah antisipatif demi keamanan aktivitas harian.

Warga juga diingatkan agar senantiasa merujuk pada informasi resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai kabar cuaca dari sumber yang tidak valid.

Selain itu, para kepala daerah di seluruh kabupaten/kota di Sumut diimbau untuk memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri setempat guna memantau perkembangan cuaca secara berkala serta mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.