Sumut

Kapolri ‘Bakar’ Semangat Ribuan Mahasiswa UMSU, Bongkar Bahaya Tersembunyi AI Demi Indonesia Emas 2045

Habibi Caniago | 29 September 2026, 23:38 WIB
Kapolri ‘Bakar’ Semangat Ribuan Mahasiswa UMSU, Bongkar Bahaya Tersembunyi AI Demi Indonesia Emas 2045
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo 'membakar' semangat ribuan mahasiswa UMSU Medan dan membongkar ancaman bahaya AI serta kejahatan siber jelang Indonesia Emas 2045 - Dok: Humas Polda Sumut

Medan - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendadak ‘membakar’ semangat ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Dalam orasi ilmiahnya yang mengguncang Kampus Utama UMSU, Jalan Mukhtar Basri Medan, Senin (28/9/2026), jenderal bintang empat tersebut membongkar ancaman mengerikan di balik kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mengintai generasi muda jelang Indonesia Emas 2045.

Di hadapan ribuan peserta Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU 2026, Kapolri secara blak-blakan menegaskan bahwa lonjakan teknologi dan kecerdasan buatan bak pisau bermata dua. Jika tak dikuasai dengan bijak, generasi muda dipastikan hanya akan menjadi mangsa empuk kejahatan siber yang semakin canggih.

"Bangun karakter dan integritas, kuasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya serta mengambil peran di tengah masyarakat," tegas Jenderal Listyo Sigit dengan nada bergelora di hadapan Civitas Akademika UMSU.

Kapolri membeberkan deretan ancaman nyata di ruang digital yang kini mengintai anak muda, mulai dari judi online, phishing, pencurian data pribadi, teror deepfake, hingga kejahatan berbasis kecerdasan buatan.

Fenomena ini makin mengkhawatirkan menyusul data Digital News Report 2026 yang mencatat 64 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi berita dari media sosial, serta 48 persen menjadikannya sumber informasi utama.

Tak hanya itu, Listyo Sigit memberikan peringatan keras terkait bahaya fenomena bandwagon effect, kondisi psikologis saat masyarakat ikut-ikutan narasi liar tanpa filter di media sosial. Menurutnya, efek 'bebek' ini menjadi bahan bakar utama meledaknya hoaks, disinformasi, hingga potensi kekacauan Kamtibmas.

Lebih mengerikan lagi, ruang digital kini telah digerogoti sindikat kejahatan internasional mulai dari peredaran narkoba, penipuan lowongan kerja luar negeri, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), hingga penyebaran paham ekstremis radikal.

Guna membentenginya, Kapolri menantang seluruh mahasiswa baru UMSU untuk tidak sekadar jadi penonton, melainkan wajib menjadi benteng pertahanan digital bangsa. Mahasiswa dituntut menguasai teknologi untuk melahirkan inovasi kreatif, memperluas wawasan, serta menjaga persatuan demi mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

Satu Klik Sejuta Dampak

Mengusung tema “Satu Klik, Sejuta Dampak”, PKKMB UMSU 2026 dinilai sangat selaras dengan pesan strategis Kapolri mengenai adaptasi teknologi dan kepemimpinan masa depan. Listyo Sigit menekankan bahwa pesatnya perkembangan AI menghadirkan tantangan baru yang semakin kompleks, sehingga membutuhkan pemimpin muda yang mampu membaca arah perubahan.

Mahasiswa didorong untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, membendung narasi provokatif, serta menjadi pelopor kamtibmas di tengah masyarakat.

Langkah ini menjadi krusial mengingat Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi pada rentang 2030-2035. Pendidikan berkualitas, penciptaan lapangan kerja, serta penguasaan keterampilan digital menjadi kunci utama agar potensi SDM Indonesia tidak terbuang sia-sia.

“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia,” pungkas Jenderal Listyo Sigit optimis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.