Salah atau Isak? Liverpool Dihadapkan pada Dilema di Bursa Transfer

AKURAT SUMUT - Liverpool dikabarkan tengah merancang strategi untuk mengatur kepindahan Alexander Isak ke Anfield, Namun muncul pertimbangan lain, dengan Mohamed Salah sebagai figur kunci.
Kedua pemain ini telah tampil impresif di Premier League musim ini dan dijadikan andalan dalam tim impian para penggemar sepak bola.
Mohamed Salah, pemain andalan Liverpool, telah menunjukkan performa yang luar biasa. Di Liga Premier, ia tercatat bermain dalam 28 pertandingan dengan mencetak 25 gol dan memberikan 17 assist.
Dalam semua kompetisi, performa Salah semakin bersinar dengan total 30 gol dan 22 assist dari 39 penampilan.
Prestasi ini menegaskan posisinya sebagai pemain kunci, apalagi mengingat ia berhasil mencatatkan rekor double digit gol dan assist sebelum Natal.
Sementara itu, Alexander Isak tampil impresif bersama Newcastle United. Ia telah mencetak 19 gol di Liga Premier dan menjadi pencetak gol terbanyak Newcastle musim ini dengan total 21 gol di semua kompetisi.
Performa Isak menempatkannya di peringkat kelima daftar pencetak gol terbanyak Liga Premier, sementara Salah berada di posisi kedua. Statistik ini semakin menegaskan daya saing Isak di level tertinggi Eropa.
Meski performa Isak menunjukkan potensi besar, manajemen Liverpool diyakini berhati-hati dalam menginvestasikan dana besar.
Diperkirakan, Liverpool tidak akan mengeluarkan dana sebesar Rp2,7 triliun untuk Isak. Mantan penyerang Liga Premier, Stan Collymore, memberikan dua alasan utama di balik keputusan tersebut.
Menurut Collymore, "Saya pikir setiap klub besar pasti mengincar Alexander Isak. Menyenangkan melihat seorang penyerang dengan berbagai kemampuan. Meski ada keraguan saat ia bergabung dengan Newcastle, terutama terkait kemampuan menghadapi permainan fisik, ia telah membuktikan bahwa ia mampu."
Collymore menambahkan, "Pertama, meskipun Isak memiliki potensi, riwayat cedera dan ketidakstabilan performa selama empat hingga lima musim terakhir membuatnya tidak pantas dihargai Rp2,7 triliun. Saya percaya, tim seperti Liverpool akan memilih opsi yang lebih ekonomis, misalnya menawarkan sekitar Rp1,35 triliun ditambah dengan pemain lain seperti Darwin Nunez."
Ia juga menyoroti dinamika lini depan Liverpool. "Dalam sebuah tim, biasanya hanya ada satu pemain utama sebagai pencetak gol. Jika Isak harus berperan sebagai pelengkap di belakang Salah, tentu ada risiko performanya menurun. Tidak realistis mengharapkan dua pemain mencetak 30–35 gol dalam satu musim secara bersamaan," tambahnya.
Collymore juga menyebutkan bahwa kecintaan Isak terhadap Newcastle dan kenyamanan bersama rekan-rekannya bisa menjadi alasan kuat baginya untuk tetap setia di sana, setidaknya untuk satu musim lagi, terutama jika Newcastle lolos ke Liga Champions.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








