Gegara Bahas AFCON! Carragher Sebut Ferdinand Badut, Ada Apa?

AKURAT SUMUT - Kontroversi seputar nilai dan prestise turnamen Afrika (AFCON) kembali mencuat. Berbagai pernyataan tajam dari tokoh sepak bola ternama semakin memanaskan perdebatan ini. Berikut adalah kronologi pernyataan dan reaksi yang terjadi:
Pernyataan di Sky Sports Setelah Liverpool meraih kemenangan 2-0 atas Manchester City pada hari Minggu di ajang Premier League, Jamie Carragher, mantan bek Liverpool, tampil di Sky Sports.
Dalam penampilannya, Carragher menyatakan bahwa partisipasi pemain seperti Mohamed Salah di AFCON justru mengurangi peluangnya untuk diakui sebagai pemain terbaik dunia.
Ia menganggap turnamen ini tidak semenarik kompetisi lainnya, sehingga berdampak negatif pada penilaian individual para pemain.
Tidak lama setelah pernyataan tersebut, Rio Ferdinand, mantan bek Manchester United, memberikan tanggapan melalui podcast pribadinya.
Ferdinand menyatakan bahwa pandangan Carragher hanyalah cerminan dari opini mayoritas yang menurutnya keliru.
"Saya pikir apa yang dikatakan Carragher mewakili sebagian besar pendapat orang, namun saya rasa itu tidak benar. Hal tersebut merupakan proses pemikiran yang kurang tepat. Jika ditanya kepada pemain legendaris Afrika seperti Didier Drogba, Abedi Pele, Samuel Eto'o, Riyad Mahrez, Mo Salah, atau Sadio Mane, mereka akan mengatakan 'kita harus menang'."
"Ada tuntutan di negaranya masing-masing untuk meraih kemenangan. Meskipun turnamen ini tidak didukung sumber daya sebanding dengan turnamen Eropa, hal itu tidak berarti kita boleh meremehkannya. AFCON seharusnya mendapatkan penghargaan yang lebih layak."
Ferdinand juga menambahkan,
"Saya mengerti apa yang dikatakan Carragher, namun saya tidak setuju. Federasi sepak bola seperti FIFA perlu menetapkan standar agar AFCON diakui setara dengan turnamen besar seperti Euros dan Copa America. Jika Salah berhasil memenangkan AFCON, seharusnya hal itu mempengaruhi penilaian, termasuk dalam pemilihan Ballon d'Or.
Menanggapi komentar dari Ferdinand, Carragher kembali angkat suara melalui media sosial. Dalam sebuah komentar di Instagram, ia dengan tegas menuduh Ferdinand sebagai "badut" dan mengimbau,
"Saya tidak mengatakan itu, badut. Berhentilah bermain untuk penonton seperti biasanya."
Tak hanya Ferdinand yang menyuarakan ketidaksetujuan, mantan penyiar di Inggris, Richard Keys juga mengecam pernyataan Carragher.
Keys menilai bahwa menganggap AFCON sebagai turnamen yang kurang penting merupakan bentuk ketidaktahuan yang tidak bisa dimaafkan.
Ia menekankan bahwa meskipun Mo Salah mungkin dianggap sebagai pemain terbaik bagi Liverpool, ketiadaan pengalaman di turnamen besar seharusnya tidak mengurangi nilai pencapaiannya. Keys menambahkan,
"Di Mesir saja, lebih dari 100 juta penonton menyaksikan pertandingan, belum menghitung 22 negara lainnya. Menganggap AFCON bukan turnamen besar adalah pandangan sempit."
Debat ini menggambarkan perbedaan pandangan yang tajam di antara para tokoh sepak bola.
Sementara Carragher meremehkan nilai dari kompetisi AFCON dalam menilai kualitas pemain, Ferdinand dan Keys menegaskan bahwa turnamen ini memiliki makna mendalam bagi para pemain dan bangsa asal mereka.
Menurut mereka, AFCON seharusnya mendapatkan pengakuan yang setara dengan turnamen besar seperti Euros dan Copa America.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






