Sumut

Ada Ada Saja, Baper Karena Uang 5 Ribu Adi Pradita Teror Nimas Sabella selama 10 Tahun!

Kurnia | 20 Mei 2024, 03:36 WIB
Ada Ada Saja, Baper Karena Uang 5 Ribu Adi Pradita Teror Nimas Sabella selama 10 Tahun!

Akurat Sumut - Cerita menarik diutarakan oleh Dara asal Surabaya Nimas Sabella melalui akun X (Twitter) yang telah diteror oleh Adi Pradita Mantan teman sekelasnya waktu SMP dulu, bahkan cuitannya tersebut sontak menjadi trending topic. 

Sebenarnya cukup sederhana seperti kisah - kisah anak muda pada umumnya dimana salah seorang ketika menerima kebaikan disalah artikan oleh salah satu pihak lalu timbulah rasa atau Baper. 

Mungkin cerita tersebut sederhana namun bagaimana jika salah satu pihak menjadi terobsesi bahkan menjadi stalker atau penguntit selama 10 tahun lamanya?  

itulah yang dirasakan oleh Nimas Sabella, ia pun menceritakan kekesalannya seperti dikutip  di akun twitter pribadinya @runeh oleh Akurat Sumut dimana Adi Pradita yang berusaha mendapatkan hati Nimas, namun perjuangan Adi tersebut dirasa berlebihan.

“bener-bener kuwesel ya Allaahhh 10 tahun aku di obsesi Adi Pradita arek SMPN 34 surabaya. konco sak kelas sing ngiro aku baper ambek de e pdahal aku ancen extrovert dan peduli nang arek kelas. kesel di ganggu 10 tahun orepku”.

Kutipan yang ditulis Nimas ditulisnya sejak 14 Mei 2024 lalu, namun masih ramai diperbincangkan oleh netizen hingga trending pada Minggu, 19 Mei 2024.

Kisah Nimas bermula saat masih SMP, di mana Adi adalah teman sekelasnya. Nimas bercerita bahwa Adi saat itu bersikap seperti seorang introvert, jarang bergaul, dan tidak memiliki banyak teman di sekolah. 

Suatu hari, ketika Nimas hendak ke kantin, ia tidak sengaja bertemu dengan Adi dan bertanya mengapa Adi tidak pernah ke kantin untuk jajan atau makan. 

Nimas kemudian memberinya uang Rp5.000 agar Adi bisa jajan juga. Momen inilah yang menjadi awal dari mimpi buruk panjang bagi Nimas.

Dalam status yang dibagikan, Nimas menjelaskan bahwa setelah kejadian tersebut, Adi mulai menunjukkan perilaku obsesifnya, sering mengikutinya kemanapun ia pergi, dan mengirim pesan-pesan yang tidak diinginkan sehingga Nimas merasa terancam.

bahkan Adi sempat memberikan pesan - pesan yang melecehkan kepada Nimas yang membuatnya tidak nyaman. Yang lebih membuat gelisah adalah tiap Nimas memiliki kedekatan dengan Lelaki lain Adi selalu mengancam akan membunuh lelaki tersebut.

Saking kesalnya Nimas menganggap kebaikannya kepada adi berimbas Neraka bagi dirinya dan membuat Status di akunnya yang berisi,

Banyak yg tanya berawal dr apa? singkatnya begini. Adi itu anak pendiam, GAK PUNYA TEMAN BLAS & jarang ke kantin. Suatu hari aku tanya "Di, gak ke kantin a?" dia jwb "Gak nim gak sangu." aku kasih 5rb buat dia makan. AKU CUMA KASIH KAMU UANG 5000 DI, KAMU KASIH AKU NERAKA 10 TAHUN.”

alhasil Nimas melaporkan Adi ke pihak berwajib dan Kisah perjuangan Adi harus berhenti, karena telah diamankan oleh pihak kepolisian di rumahnya pada Jumat 17 Mei 2024 pukul 19.00 WIB.

Saat ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawanan dan kini sedang dalam proses dimintai keterangan. Namun Polisi mengatakan bahwa Adi masih dalam tahap pemeriksaan.

Nimas pun memberikan ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian terutama kepada Prabu Abimanyu seorang polisi yang mengurus kasus teror yang dialaminya tersebut karena tertangkapnya Adi Pradita. 


sebenarnya Nimas sudah mengajak Adi untuk berbicara dan secara baik baik menyampaikan untuk berhenti meneror dirinya akan tetapi obsesi Adi tidak berhenti dan masih mengejar secara tidak wajar.

Adi sendiri memiliki Fun Fact dalam kisahnya dalam perjuangannya mendapatkan Nimas, Adi diketahui memiliki usaha di toko Shopee bahkan menurut kabar yang beredar ia memiliki penghasilan dari usaha berjualan sendal sebesar 6 - 7 Juta Rupiah. 


Tidak sampai disitu Adi sempat memamerkan mobil yang dipakainya dari hasil usahanya tersebut.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I