Gianni Infantino Minta Maaf, Tapi UEFA Tetap Walkout dari Kongres FIFA di Paraguay

AKURAT SUMUT - Kongres Tahunan FIFA yang digelar di Luque, Paraguay pinggiran Asunción, pada Kamis (15 Mei 2025) berlangsung tegang setelah Presiden FIFA Gianni Infantino tiba terlambat lebih dari dua jam.
Keterlambatan ini memicu protes keras dari perwakilan konfederasi Eropa, yang akhirnya memilih meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk kekecewaan.
Sebelum sesi resmi dimulai, Infantino lebih dulu mengikuti rangkaian pertemuan di Arab Saudi dan Qatar bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Namun jadwal penerbangan yang tersendat membuatnya baru mendarat di Asunción pada pukul 12.30 waktu setempat, padahal Kongres dijadwalkan dimulai pada pukul 10.00.
Menanggapi pembatalan mendadak dan pengunduran agenda tanpa pemberitahuan lebih awal, Aleksander Ceferin Presiden UEFA memimpin beberapa delegasi berjalan keluar tepat setelah Infantino mengumumkan jeda.
“Kongres FIFA adalah forum terpenting untuk semua 211 anggota,” tegas Ceferin. “Mengubah jadwal di menit terakhir demi kepentingan politik pribadi jelas tidak menghormati olahraga.”
Lise Klaveness, Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, menambahkan bahwa sikap tersebut “sangat mengecewakan dan merugikan kepercayaan,” mengingat banyak agenda penting yang seharusnya dibahas.
Setelah rombongan Eropa keluar, Infantino menghadiri podium dan menyampaikan permintaan maaf:
“Saya minta maaf atas keterlambatan ini. Kami mengalami kendala penerbangan yang berada di luar kendali kami,” ujar Infantino.
“Namun, saya merasa berkewajiban hadir di Arab Saudi dan Qatar untuk membahas persiapan Piala Dunia 2022 dan tuan rumah Piala Dunia 2034.” Tambahnya.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, kemudian menegaskan bahwa semua delegasi telah menerima penjelasan dan bahwa Kongres tetap “produktif meski tertunda.”
Agenda Kongres dan Isu Piala Dunia 2030
Walau tak ada keputusan besar yang dihasilkan, Kongres menjadi panggung bagi Alejandro Domínguez, Presiden CONMEBOL, untuk memaparkan visinya terkait Piala Dunia 2030.
Dominguez mengusulkan perluasan format dari 48 menjadi 64 tim, agar lebih banyak negara termasuk Argentina, Paraguay, dan Uruguay sebagai tuan rumah bersama dapat ikut merayakan puncak sepak bola sedunia.
“Piala Dunia adalah perayaan global; tidak seorang pun seharusnya terpinggirkan,” katanya.
Namun gagasan ini mendapat kritik dari konfederasi di Eropa, Asia, dan Amerika Utara, yang khawatir soal beban logistik dan kualitas kompetisi.
Infantino menegaskan komitmen FIFA untuk menyukseskan kompetisi mendatang, termasuk:
- Inaugural Club World Cup di Amerika Serikat bulan depan.
- Piala Dunia 2026 yang akan dihelat bersama Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
- Piala Dunia Wanita 2031, dengan calon tuan rumah yang masih dalam proses seleksi.
Kejadian di Luque ini menyoroti tantangan keseimbangan antara diplomasi global dan tanggung jawab terhadap komunitas sepak bola.
Bagi banyak delegasi, Kongres FIFA seharusnya fokus pada masa depan olahraga, bukan kepentingan politik atau penyesuaian jadwal mendadak.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prakiraan Cuaca Sumut 31 Oktober: BMKG Ungkap Sebaran Hujan dan Wilayah Berawan
- 2Kepala Sekolah SD di Deli Serdang Akui Fasilitasi Damai Bermaterai Kasus Pelecehan 8 Siswa oleh Oknum Guru
- 3Banjir Rendam Sejumlah Desa di Aceh Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
- 4BMKG Warning: Bibit Siklon 91B dan Gelombang Kelvin Aktif, Aceh Berpotensi Hujan Lebat Hingga 1 November 2026
- 5Prakiraan Cuaca Kota Medan dan Sekitarnya Sepekan ke Depan, Dominasi Kondisi Berawan hingga Potensi Hujan Ringan
- 6Bibit Siklon Tropis 91B Terdeteksi di Utara Aceh: BMKG Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat
- 7Geger! Pedagang Martabak di Labusel Ditemukan Membusuk di Rumah Kontrakan, Sempat Mengeluh Sakit Ini ke Istri
- 8Lantik 10 Pejabat, Bupati Aceh Utara 'Ayahwa' Ancam Copot Jika Gagal dalam 100 Hari Kerja
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur



