Sumut

Hujan Deras Melanda Beberapa Wilayah Indonesia! Kini Banjir Labuhan Batu Utara Rendam 121 Rumah,

Kurnia | 7 Maret 2025, 14:45 WIB
Hujan Deras Melanda Beberapa Wilayah Indonesia! Kini Banjir Labuhan Batu Utara Rendam 121 Rumah,

AKURAT SUMUT - Hujan deras yang melanda beberapa wilayah di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan telah menyebabkan banjir dengan dampak yang cukup signifikan.

Di Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, ratusan rumah terdampak banjir akibat hujan intensitas tinggi yang terjadi pada 5 Maret 2025 pukul 23.00 WIB.

Di Kecamatan Marbo, Desa Marbo Selatan Petak VI, tercatat 121 rumah terendam, dengan 30 kepala keluarga yang menampung 120 jiwa harus mengungsi ke posko-posko penampungan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Wahyuni Pancasilawati, menyampaikan bahwa penanganan sudah dilakukan dengan mengoordinasikan evakuasi bersama BPBD Labuhan Batu Utara dan pemerintah kabupaten setempat.

"Petugas juga telah melakukan pendataan terhadap rumah yang terdampak," ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi banjir di lokasi tersebut sudah mulai berangsur surut dan tidak dilaporkan adanya korban jiwa atau luka-luka.

Sementara itu, kajian cepat oleh Pusat Pengendali dan Operasi BNPB mencatat adanya dampak bencana hidrometeorologi basah di sembilan wilayah yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, banjir yang terjadi sejak 4 Maret 2025 menggenangi 8 desa dan 1 kelurahan.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, sebanyak 10.180 jiwa dari 3.659 kepala keluarga terdampak, dengan 375 jiwa terpaksa mengungsi dan 2.997 rumah mengalami kerusakan.

Ia juga menyoroti bahwa kondisi banjir sudah mulai surut di beberapa titik, meskipun masih terdapat empat desa dan satu kelurahan yang mengalami ketinggian air antara 10 hingga 200 sentimeter.

Di Provinsi Aceh, dampak banjir dirasakan di dua kabupaten. Kabupaten Aceh Barat Daya terdampak di 46 desa pada 8 kecamatan dengan 429 rumah terendam, serta beberapa fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, dan jembatan.

Di Kabupaten Aceh Barat, 18 gampong di 4 kecamatan tercatat mengalami kenaikan air setinggi 30-40 sentimeter, mengakibatkan 232 jiwa dari 56 kepala keluarga mengalami kendala dalam aktivitas sehari-hari.

Tak hanya di wilayah barat, banjir juga melanda beberapa daerah di Kalimantan dan Riau. Di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, 682 rumah di 8 desa dan 2 kecamatan terendam serta lahan pertanian seluas 15 hektare ikut terdampak.

Di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, banjir yang mencapai ketinggian antara 60 hingga 110 sentimeter mengakibatkan 584 rumah terendam, 2.336 jiwa dari 584 kepala keluarga terdampak, serta merendam 1.600 meter ruas jalan, satu fasilitas kesehatan, empat sekolah, satu rumah ibadah, dan lahan perkebunan seluas 350 hektare.

Sementara di Kabupaten Rokan Hulu, banjir yang terjadi sejak 2 Maret 2025 masih belum sepenuhnya surut dengan tinggi muka air antara 50 hingga 100 sentimeter, mempengaruhi 2.372 jiwa.

Di Kota Pekanbaru, banjir yang terjadi pada 3 Maret 2025 mempengaruhi 3.812 jiwa dari 1.228 kepala keluarga di tujuh kelurahan di empat kecamatan.

Warga di sana mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur dan puing-puing akibat air yang perlahan surut.

Tak kalah penting, fenomena pergerakan tanah di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor juga terjadi.

Di wilayah tersebut, 109 kepala keluarga yang menghuni 400 rumah terdampak harus mengungsi ke kontrakan, dan Dinas Kesehatan setempat telah bersiaga memberikan layanan kesehatan kepada warga yang terdampak.

Upaya penanganan dan koordinasi lintas instansi serta pemerintah daerah setempat menjadi kunci dalam menghadapi situasi bencana ini.

Meskipun kondisi banjir di beberapa lokasi sudah menunjukkan perbaikan, para petugas dan instansi terkait tetap waspada untuk mencegah potensi bencana kembali terjadi apabila curah hujan tinggi kembali terjadi dalam waktu dekat.

Semua pihak diimbau untuk selalu mengikuti informasi terkini dari pemerintah daerah dan BNPB agar dapat segera mengambil langkah pencegahan yang tepat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi basah ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I