Mengaku Ormas, Preman Minta Uang Paksa ke Toko Gipsum, Polisi Bergerak Cepat

AKURAT SUMUT - Polsek Medan Tembung berhasil membekuk tujuh pria yang mengaku sebagai anggota Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) usai viral melakukan pemalakan di sebuah toko gipsum di Jalan Mandala By Pass.
Dari pemeriksaan awal, tiga di antaranya terbukti positif mengonsumsi narkoba.
Penangkapan berlangsung cepat setelah video berdurasi singkat menampilkan sejumlah pelaku mengenakan seragam loreng khas FSPTI mendatangi toko gipsum di Kelurahan Bantan Timur.
Dalam cuplikan itu, mereka diduga memaksa pemilik toko membayar “iuran” bulanan, meski korban telah membayar ke serikat pekerja resmi lain.
Kompol Jhonson Sitompul, Kapolsek Medan Tembung, menjelaskan bahwa penindakan dilakukan di beberapa lokasi persembunyian pelaku.
“Ketujuh pelaku langsung kami amankan dan bawa ke Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka mengaku meminta uang paksa dengan dalih akan melakukan pekerjaan, padahal pembayaran kepada serikat resmi telah dilakukan,” ujarnya, Senin (19/5).
Baca Juga: Operasi Berantas Jaya 2025, 22 Anggota Ormas Terlibat Pungli Ditangkap di Jakarta Barat
Dalam pemeriksaan urine, tiga pelaku menunjukkan hasil positif.
“Mereka akan kami serahkan ke BNN Provinsi Sumatera Utara untuk proses rehabilitasi,” imbuh Kompol Sitompul.
Sementara empat pelaku lainnya mendapat pembinaan serta surat peringatan agar tidak mengulangi perbuatan serupa.
Penindakan terhadap praktik premanisme di wilayah hukum Polsek Medan Tembung merupakan bagian dari Operasi Pekat Toba 2025, yang ditargetkan berlangsung hingga 21 Mei mendatang.
Operasi ini juga menindak enam orang lainnya yang diduga terlibat pemalakan di toko bangunan, dengan modus meminta “jasa kerja” senilai Rp2.000 per kotak barang pada pertengahan Mei.
Kombes Pol Ferry Walintukan, Kabid Humas Polda Sumut, menegaskan komitmen jajaran kepolisian untuk menumpas premanisme dan pungli.
“Penindakan ini merupakan wujud nyata Operasi Pekat Toba 2025. Kami tidak memberi ruang bagi siapapun yang memanfaatkan kekerasan atau intimidasi di ruang publik,” katanya, Minggu (18/5).
Dengan keberhasilan pengungkapan kasus ini, diharapkan rasa aman di kawasan Medan Tembung semakin terjaga dan pelaku kejahatan jalanan dapat ditekan.
Polsek Medan Tembung pun menegaskan akan terus memantau dan menindak tegas setiap laporan masyarakat terkait aksi premanisme.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prakiraan Cuaca Sumut 31 Oktober: BMKG Ungkap Sebaran Hujan dan Wilayah Berawan
- 2Sejumlah Siswa SD Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru di Deli Serdang
- 3Kepala Sekolah SD di Deli Serdang Akui Fasilitasi Damai Bermaterai Kasus Pelecehan 8 Siswa oleh Oknum Guru
- 4BMKG Warning: Bibit Siklon 91B dan Gelombang Kelvin Aktif, Aceh Berpotensi Hujan Lebat Hingga 1 November 2026
- 5Banjir Rendam Sejumlah Desa di Aceh Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
- 6Prakiraan Cuaca Kota Medan dan Sekitarnya Sepekan ke Depan, Dominasi Kondisi Berawan hingga Potensi Hujan Ringan
- 7Prakiraan Cuaca Labuhanbatu Hari Ini: Waspada Hujan Ringan, Udara Kabur dan Tips Berkendara
- 8Lantik 10 Pejabat, Bupati Aceh Utara 'Ayahwa' Ancam Copot Jika Gagal dalam 100 Hari Kerja
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur







