Libur Usai, Waspadai Macet! Sumut Fokus Amankan Arus Balik dan Wisatawan

AKURAT SUMUT - Pihak Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara memproyeksikan puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada Minggu, 6 April 2025.
Menurut Kepala Dishub Sumut, Dr. Agustinus Panjaitan, lonjakan kepulangan mulai terlihat sejak 5 hingga 7 April, mengingat sebagian pekerja sudah kembali aktif pada Senin (7/4) dan anak sekolah melanjutkan aktivitas belajar pada Selasa (8/4).
Dalam upaya mengantisipasi potensi kemacetan, Dishub Sumut telah bekerja sama dengan pihak terkait.
"Kami telah mengkoordinasikan dengan Polda Sumut untuk memantau kondisi lalu lintas secara intensif melalui posko-posko yang ada. Jika terjadi kemacetan di suatu titik seperti Berastagi, petugas dari posko terdekat segera dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan," jelas Agustinus pada Jumat (4/4/2025).
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, menyatakan bahwa langkah strategis telah disiapkan guna memastikan kelancaran arus balik dan menjaga keamanan, terutama di kawasan wisata utama seperti Danau Toba.
"Kami mengoptimalkan pengamanan di titik-titik wisata dan menginstruksikan seluruh Kapolres di daerah objek wisata untuk meningkatkan kewaspadaan. Personel kepolisian siap memberikan pelayanan terbaik baik dalam pengaturan lalu lintas maupun pengamanan destinasi wisata," ungkap Whisnu.
Selain itu, Kapolda juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi kemacetan di jalur rawan dan memastikan kesiapan infrastruktur penerangan di lapangan.
Ia mengimbau agar informasi terkait kegiatan pengamanan dan pelayanan selama operasi terus disebarluaskan melalui berbagai media, termasuk media sosial, guna membangun kepercayaan masyarakat.
Di tengah persiapan menghadapi arus balik Lebaran, pihak kepolisian juga mengamati dinamika sosial-ekonomi.
Kapolda Whisnu menyampaikan kewaspadaan terhadap potensi dampak PHK yang mungkin terjadi dan menginstruksikan para Kapolres untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mengantisipasi dampak tersebut.
Sementara itu, Dr. Agustinus Panjaitan menambahkan bahwa jalur lintas Sumatera, khususnya ruas Labuhanbatu–Rantau Parapat, diprediksi akan mengalami kepadatan.
Untuk itu, Dishub Sumut bersama petugas gabungan telah menyiapkan strategi pengalihan arus, penerapan sistem buka tutup jalan, serta penempatan personel di titik rawan kemacetan.
"Kami menghimbau agar pemudik memilih waktu perjalanan yang tidak berada di puncak arus balik agar terhindar dari kemacetan parah," tutup Agustinus.
Sinergi dan koordinasi antara Dishub Sumut, Polda Sumut, serta instansi terkait diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya dalam mengatur arus lalu lintas tetapi juga menjaga situasi keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat selama masa libur Lebaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









