Era Baru Sumatera Utara Dipimpin Gubernur Muda! Bobby Nasution & Surya di 2025-2030

AKURAT SUMUT - Pada Rabu, 20 Februari 2025, Indonesia mencatat sejarah baru dengan dilantiknya 481 kepala daerah secara serentak.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Bobby Afif Nasution, yang kini resmi menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara (Sumut).
Pelantikan ini menjadikannya gubernur termuda di Indonesia, dengan usia 33 tahun 7 bulan.
Bersama dengan Surya yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumut, Bobby siap menjalankan berbagai program pembangunan yang telah dijanjikan kepada masyarakat Sumut.
Pelantikan di Istana Negara dan Dukungan dari Berbagai Pihak
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Dalam prosesi ini, Bobby Nasution terlihat penuh semangat. Sebelum pelantikan, ketika ditanya oleh wartawan di Medan mengenai statusnya sebagai gubernur termuda, ia merespons dengan optimisme:
"Mudah-mudahan dengan dilabeli seperti itu saya jadi tambah semangat bekerjanya," ujar Bobby.
Selain dukungan dari masyarakat, kepemimpinan Bobby dan Surya juga mendapat sokongan dari berbagai partai politik yang mengusung mereka dalam Pemilihan Gubernur Sumut 2024.
Partai-partai seperti Golkar, Gerindra, NasDem, PKS, PAN, Demokrat, PKB, dan PPP telah menyatakan komitmen mereka untuk mendukung pasangan ini dalam menjalankan roda pemerintahan Sumut.
Profil Bobby Nasution dan Surya
Berikut adalah profil singkat dari Bobby Nasution dan Surya, yang baru saja dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara pada 20 Februari 2025.
Bobby Nasution
- Nama Lengkap: Muhammad Bobby Afif Nasution
- Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 5 Juli 1991
- Usia saat Pelantikan: 33 tahun
- Pendidikan: Lulusan S1 dan S2 dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (IPB)
- Karier Bisnis: Pernah berkecimpung di dunia properti dan menjadi manajer klub sepak bola Medan Jaya pada 2014, Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Korwil 1 (2022-sekarang), Wakil Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (2019-sekarang), Direktur Marketing Takke Grup (2016-sekarang)
- Karier Politik:
- Terpilih sebagai Wali Kota Medan pada 2020
- Bergabung dengan Partai Gerindra pada 2023
- Terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara dalam Pilkada 2024
- Kehidupan Pribadi: Menikah dengan Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo
Surya
- Nama Lengkap: H. Surya, B.Sc.
- Tempat, Tanggal Lahir: 22 Mei 1955
- Usia saat Pelantikan: 69 tahun
- Pendidikan: Sarjana Sains (B.Sc.)
- Karier Pemerintahan:
- Wakil Bupati Asahan (2010-2019)
- Plt Bupati Asahan hingga terpilih sebagai Bupati Asahan (2019-2025)
- Karier Politik:
- Maju sebagai calon Wakil Gubernur Sumut dalam Pilkada 2024
- Resmi dilantik sebagai Wakil Gubernur Sumut 2025-2030
- Wakil Ketua Dewan Pimpinan Tinggi Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara (2024-2029)
- Dewan Penasehat Partai Golkar Kabupaten Asahan (2020-2025) Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Asahan (2006-2009)
- Ketua PKB Puja Kesuma Kecamatan Air Putih (2005-2010)
- Kepala Bidang KONI Kecamatan Air Putih Bidang Evaluasi (1987-1991)
Dengan kombinasi pengalaman panjang Surya di pemerintahan daerah serta semangat muda Bobby Nasution, banyak harapan besar untuk kemajuan Sumatera Utara di masa mendatang.
Komitmen untuk Pembangunan Sumatera Utara
Setelah resmi dilantik, masyarakat kini menanti realisasi berbagai program yang telah dijanjikan oleh Bobby selama kampanye. Salah satu fokus utamanya adalah pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah tertinggal.
Dalam kesempatan sebelumnya, Bobby menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang ingin memperkuat konektivitas antar daerah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menekankan bahwa kepemimpinan baru ini akan lebih mudah berkoordinasi karena adanya kesamaan periode pelantikan yang berjalan serentak di berbagai daerah.
"Semangat kebersamaan sangat terlihat di sini, Pilkadanya sama-sama jalan serentak, pemerintahannya berjalan sama-sama sehingga itu akan mempermudah koordinasi," kata Bima Arya usai prosesi pelantikan.
Sejumlah pimpinan DPRD Sumatera Utara menyambut baik pelantikan Bobby Nasution dan berharap kepemimpinannya mampu membawa perubahan positif bagi provinsi ini. Beberapa poin yang menjadi perhatian DPRD Sumut adalah:
- Peningkatan Infrastruktur – Memastikan pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas publik berjalan lancar.
- Perbaikan Sektor Ekonomi – Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membuka lapangan kerja dan mendukung usaha kecil dan menengah.
- Reformasi Tata Kelola Pemerintahan – Membangun sistem pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.
- Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) – Memajukan sektor pendidikan dan kesehatan agar kualitas SDM di Sumut semakin kompetitif.
- Ketahanan Nasional – Memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Setelah pelantikan, Bobby Nasution bersama para kepala daerah lainnya akan mengikuti program retreat dan pembekalan di Akademi Militer Magelang selama delapan hari, mulai dari 21 hingga 28 Februari 2025.
Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai tugas-tugas pemerintahan, strategi kepemimpinan, serta koordinasi dengan pemerintah pusat.
Dengan agenda yang telah disusun dan dukungan dari berbagai pihak, masyarakat Sumatera Utara berharap kepemimpinan Bobby Nasution dapat membawa perubahan yang signifikan bagi provinsi ini.
Kini, semua mata tertuju pada langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh gubernur termuda di Indonesia ini dalam memimpin Sumatera Utara menuju masa depan yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








