Lamban Usut Pencurian Sawit! Ratusan Buruh PTPN IV Geruduk Polres Labuhanbatu, Desak Copot Kapolres

Rantauprapat - Gelombang kekecewaan atas buruknya penegakan hukum meletus di Kabupaten Labuhanbatu. Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan (SPBun) PTPN IV Regional 1 mengepung Markas Polres Labuhanbatu di Jalan MH Thamrin, Rantauprapat, Kamis (24/9/2026).
Massa menuding kepolisian mandul dan pembiaran dalam menuntaskan kasus dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) yang meneror para pekerja.
Sambil membentangkan spanduk tuntutan, massa yang melakukan long march dari kantor SPBun Basis Rantauprapat secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap profesionalitas penyidik. Tuntutan keras pun bergema di udara, mendesak evaluasi total hingga pencopotan pejabat utama Polres Labuhanbatu.
"Copot Kapolres Labuhanbatu, Kasat Reskrim, dan Kanit Pidum" teriak para pengunjuk rasa di depan markas kepolisian.
500 Hari Kasus Mengendap, Pelaku Meneror Pekerja
Kekecewaan massa berakar dari lambannya penanganan laporan polisi yang diajukan para pekerja. Berdasarkan data SPBun, Wakil Sekretaris SPBun tingkat pusat, Zainan Pasaribu mengatakan sedikitnya ada 12 pekerja yang menjadi korban kekerasan geng pencuri sawit, satu di antaranya berinisial AM alias AG. Akibat aksi brutal pelaku, sejumlah pekerja menderita luka berat hingga tak mampu bekerja selama dua bulan, sementara kendaraan operasional mereka dibakar.
Ketua SPBun PTPN IV Regional 1 Basis Kebun Rantauprapat, Donal Sipahutar, mengungkapkan bahwa lima laporan polisi (LP) resmi telah dilayangkan sejak 2 Mei 2025 hingga 16 September 2026. Namun, hingga kini tidak ada tindakan nyata dari kepolisian.

Daftar Laporan Polisi yang Mangkrak
LP/B/523/V/2025/SPKT (2 Mei 2025) a.n. Rody Giedweal
LP/B/740/VI/2025/SPKT (20 Juni 2025) a.n. Heri Vazli
LP/B/559/IV/2026/SPKT (14 April 2026) a.n. Suratman Ginting
LP/B/770/V/2026/SPKT (26 Mei 2026) a.n. Adi Sumanto
LP/B/1309/IX/2026/SPKT (16 September 2026) a.n. Nuriadi
"Laporan pertama itu sudah berjalan sekitar 500 hari, hampir dua tahun. Tapi terduga pelaku yang berkeliaran bebas belum juga ditangkap. Kami datang bukan untuk meminta belas kasihan, kami datang untuk menagih kepastian hukum," tegas Donal saat membacakan pernyataan sikap di hadapan pejabat Polres.
Ancam boykot dan pengerahan massa yang lebih besar juga ditekankan oleh Donal. Ia mengingatkan bahwa keberadaan 17.000 anggota SPBun siap bergerak ke Polda Sumatera Utara jika Polres Labuhanbatu terus bergeming.
Dalih Kepolisian dan Ultimatum Satu Minggu
Menanggapi gelombang protes tersebut, jajaran pejabat utama Polres Labuhanbatu menemui massa. Wakapolres Labuhanbatu Kompol Panggil Simbolon bersama Kasat Reskrim AKP M Jihad Fajar mengakui bahwa pelaku berinisial AM alias AG sebenarnya sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi belum berhasil dibekuk.
"Bukan tidak kita tindak lanjuti, namun begitu mungkin belum rezeki. Nasib yang bersangkutan belum dapat. Jangan sempat ada korban saat penindakan, dan kami tetap berusaha," ujar Kompol Panggil Simbolon membela diri di hadapan pengunjuk rasa.
Meski demikian, dalih anak buah AKBP Wahyu Endrajaya itu tidak sepenuhnya meredakan amarah buruh. SPBun memberikan deadline dan ultimatum ketat selama satu minggu bagi jajaran Satreskrim Polres Labuhanbatu untuk segera menangkap tersangka.
Massa aksi membubarkan diri secara tertib setelah Wakapolres memberikan jaminan atas penyelesaian kasus tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Penyaluran Bantuan Banjir Tahap IV Aceh Utara Berlanjut ke Desa-Desa, Bupati Tegaskan Tanpa Potongan
- 2Dinas Pendidikan Langkat Memanas, Pengusaha Konstruksi Pertanyakan Transparansi Paket Pekerjaan
- 3Lamban Usut Pencurian Sawit! Ratusan Buruh PTPN IV Geruduk Polres Labuhanbatu, Desak Copot Kapolres
- 4Razia Gabungan Lapas Rantauprapat Dikritik, Hasil "Nihil" Narkoba Dinilai Seremonial
- 5Polemik Bantuan Banjir Cot Girek Aceh Utara: Belasan Desa Tak Terdata, Geuchik Protes Kriteria Pusat
- 6Kurir Sabu asal Bangkalan Ditangkap di Asahan, Bawa 1,5 Kg Narkoba Target Surabaya
- 7Geger Bantuan Banjir Aceh Utara! DPRK Bongkar Miskomunikasi Data, Desak Evaluasi Total
- 8PLT Bupati Minta PLN Benahi Langkat Hulu, PERMADA: Wilayah Langkat Hilir Juga Sering Padam!
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur








