Sumut

Fakta Kecelakaan Beruntun di Jalinsum Tebing Tinggi, Rem Blong, Truk Oleng, 4 Kendaraan Terlibat

Kurnia | 16 Mei 2025, 06:12 WIB
Fakta Kecelakaan Beruntun di Jalinsum Tebing Tinggi, Rem Blong, Truk Oleng, 4 Kendaraan Terlibat

AKURAT SUMUT - Sebuah kecelakaan beruntun yang diduga akibat rem blong terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tebing Tinggi–Batubara, tepatnya di Simpang Tanah Besi, Desa Paya Pasir, Dusun VI, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Kecelakan ini terjadi pada, kamis siang sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden ini melibatkan dua unit truk Colt Diesel, sebuah mobil Mitsubishi Xpander, dan satu becak motor (betor), menimbulkan kerusakan parah pada keempat kendaraan dan kemacetan hingga tiga kilometer, namun tidak ada korban jiwa.

Kronologi Kejadian

Kecelakaan berawal saat Mitsubishi Xpander BK 1673 ABT yang dikemudikan H. Yusuf Damanik berhenti di lajur sebelah kanan untuk mengikuti arus lalu lintas yang tersendat karena kecelakaan terpisah beberapa puluh meter sebelumnya.

“Saya baru saja menghentikan mobil di kemacetan, tiba-tiba ada benturan keras dari belakang,” ujar Yusuf.

Sopir truk Colt Diesel dengan nomor polisi BK 8664 NB kemudian mengaku rem kendaraannya blong sehingga tak bisa mengurangi kecepatan.

Setelah menghantam Xpander, truk itu oleng ke kiri dan menabrak betor Honda Mega Pro BK 2754 OAI yang menunggu penumpang di sisi jalan.

Tiga penumpang betor dua perempuan dan satu laki-laki serta sang pengemudi, mengalami luka ringan dan segera dilarikan ke RS Bhayangkara Kota Tebing Tinggi.

Tak puas sampai di situ, truk oleng kembali menabrak truk Colt Diesel BK 8961 GS yang berada tepat di depan betor, menjadikan total empat kendaraan ringsek.

Kondisi Korban dan Kendaraan

Meski tidak ada yang tewas, sopir truk BK 8664 NB, yang hingga kini belum teridentifikasi, menderita patah tulang pada kaki kanan akibat terjepit di dalam kabin dan langsung dievakuasi ke RS Chevani Kota Tebing Tinggi.

Kernet truk mengalami luka ringan dan dalam keadaan stabil. H. Yusuf Damanik mengaku hanya shock pasca-tabrakan, namun Xpander miliknya ringsek di bagian belakang.

Semua kendaraan digeser ke bahu jalan dan kemudian diamankan ke kantor Unit Laka Lantas Polres Tebing Tinggi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Akibat benturan beruntun ini, arus lalu lintas dari arah Batubara menuju Tebing Tinggi sempat tersendat sepanjang tiga kilometer.

Petugas Satlantas Polres Tebing Tinggi bersama personel Babinsa menerapkan sistem buka-tutup jalan bergantian sejak pukul 12.00 WIB untuk mengurai antrean kendaraan.

“Kami menutup satu lajur sementara sehingga kendaraan dari kedua arah bisa bergantian melintas,” terang AKP Nanang Kusumo, Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi.

Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Tebing Tinggi dipimpin Ipda Heru langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, serta memintai keterangan beberapa saksi, termasuk kernet dan penumpang betor.

Tim juga mencatat posisi kendaraan, kondisi rem truk, serta mengambil sampel tanah di area rem agar dapat diperiksa di laboratorium.

Proses Penyidikan dan Imbauan Keselamatan

Kasat Lantas mengimbau seluruh pengemudi untuk selalu memeriksa fungsi rem sebelum menempuh perjalanan jauh, terutama di jalur menurun dan rawan macet.

“Rem blong bisa terjadi akibat keausan kampas, kebocoran minyak rem, atau overheat saat menanjak terus-menerus,” jelas AKP Nanang.

Hasil pemeriksaan teknis truk diharapkan selesai dalam 3–5 hari ke depan, sebelum penyidik memutuskan status hukum pengemudi truk.

Sementara itu, masyarakat di sekitar lokasi diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Setelah evakuasi dan pembersihan sisa serpihan kendaraan, jalur Jalinsum Tebing Tinggi–Batubara kembali normal pada pukul 14.30 WIB.

Pemeriksaan lanjutan rencananya akan melibatkan Unit Gakkum Polda Sumut untuk memastikan tidak ada pelanggaran muatan atau kelengkapan surat kendaraan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I