Puting Beliung dan Cuaca Ekstrem Melanda Sumatera Utara, Puluhan Rumah Hancur, 1 Warga Meninggal

AKURAT SUMUT - Gelombang cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang menerjang tiga kabupaten di Sumatera Utara pada Senin, 12 Mei 2025.
Pusdalops PB Sumut mencatat setidaknya 30 rumah warga terdampak, dengan satu korban jiwa dan satu kepala keluarga mengungsi.
Deliserdang: Tanjung Morawa dan Patumbak Di Kabupaten Deliserdang, angin puting beliung menghantam Kecamatan Tanjung Morawa dan Patumbak sekitar pukul 17.00 WIB.
Tim Pusdalops PB Sumut mendata 12 rumah rusak: lima unit rusak sedang di Tanjung Morawa serta lima rusak ringan dan dua rusak berat di Patumbak.
Musibah ini menelan satu korban jiwa di Desa Ujung Serdang, Tanjung Morawa. Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, memastikan tidak ada korban luka di wilayah tersebut.
"Di Tanjung Morawa tidak ada pengungsi maupun korban luka, hanya satu jiwa yang meninggal di desa Ujung Serdang," ujar Sri Wahyuni.
Sementara di Patumbak, satu kepala keluarga mengungsi setelah rumahnya rusak parah. Menurut Sri Wahyuni, tidak ada korban luka maupun tambahan jiwa melayang.
Serdang Bedagai: 17 Rumah Rusak, Kerugian Ratusan Juta Cuaca sama juga melanda Kabupaten Serdang Bedagai sekitar pukul 16.00 WIB.
Plt. Kepala BPBD Serdang Bedagai, Abdul Rahman Purba, mencatat 17 rumah warga rusak ringan dan parah di Kecamatan Dolok Masihul dan Sei Rampah.
Di Desa Blok X, Dolok Masihul, sembilan bangunan ringan rusak dan satu berat pada sore menjelang malam. Sementara di Desa Pematang Ganjang, Sei Rampah, sebanyak 16 rumah mengalami kerusakan ringan.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah," terang Abdul Rahman Purba.
Asahan: Banjir dan Rusaknya Lima Rumah Di Kabupaten Asahan, laporan BPBD setempat menyebut empat rumah mengalami kerusakan sedang, satu rusak parah, serta banjir menimpa Kecamatan Simpang Empat yang mempengaruhi 4.227 jiwa.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumut, Yuyun Karseno, menjelaskan, "Cuaca ekstrem juga menimbulkan banjir di Asahan. Saat ini kami fokus melakukan evakuasi dan distribusi bantuan logistik."
Upaya Penanganan Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan stakeholder terkait.
Asesmen kerusakan sedang berlangsung, sementara bantuan logistik seperti makanan, selimut, dan terpal telah didistribusikan kepada keluarga terdampak.
Sri Wahyuni menambahkan, "Penanganan darurat ini melibatkan tim SAR, relawan, dan perangkat desa untuk memastikan semua korban mendapat pertolongan cepat."
Hingga saat ini, kondisi wilayah terdampak masih dalam pemantauan intensif, dan proses rehabilitasi diperkirakan berjalan beberapa hari kedepan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






