Sumut

Tukang Becak di Serdang Bedagai Tewas Tertabrak Kereta Api, Perlintasan Tanpa palang Pintu!

Kurnia | 21 Februari 2025, 07:50 WIB
Tukang Becak di Serdang Bedagai Tewas Tertabrak Kereta Api, Perlintasan Tanpa palang Pintu!

AKURAT SUMUT - Seorang tukang becak bernama Sutrisno (73), warga Dusun I Sukatani, Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, mengalami kecelakaan tragis setelah tertabrak kereta api pada Kamis, 20 Februari 2025, sekitar pukul 15.00 WIB.

Insiden ini terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang berlokasi di Dusun VIII Potehan, Desa Suka Damai.

Menurut saksi mata Mangapul Situmorang, yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun VIII Potehan, sebelum kejadian, Sutrisno baru saja mengantarkan penumpang dari Kampung Potehan.

Dalam perjalanan pulang, saat melewati perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu, becak yang dikemudikan Sutrisno tertabrak oleh kereta api penumpang yang melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan.

Akibat benturan yang sangat keras, korban mengalami luka parah, termasuk cedera fatal di bagian kepala serta patah tulang di tangan dan kaki sebelah kiri. Sutrisno meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sekitar pukul 15.40 WIB, Polsek Firdaus menerima laporan Polres Serdang Bedagai mengenai kecelakaan tersebut.

Tim kepolisian yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Firdaus, Ipda Hendri Ika Panduwinata, S.H., M.H., langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) guna menangani insiden ini lebih lanjut.

PS. Kasi Humas Polres Serdang Bedagai, IPTU Zulfan Ahmadi, S.H., M.H., membenarkan insiden ini dan menjelaskan bahwa korban bekerja sebagai tukang becak.

"Korban bernama Sutrisno, 73 tahun, meninggal dunia di tempat setelah becaknya tertabrak kereta api penumpang jurusan Tebing Tinggi menuju Medan," ujar IPTU Zulfan Ahmadi.

Perlintasan rel tempat kejadian diketahui tidak memiliki palang pintu, sehingga sangat berisiko bagi pengguna jalan.

Masyarakat sekitar berharap agar pemerintah atau pihak terkait dapat segera memasang palang pintu maupun rambu peringatan untuk meningkatkan keselamatan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintasi rel kereta api, terutama di perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu.

Pengendara diharapkan untuk selalu waspada dan memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas guna menghindari kecelakaan serupa.

Setelah dilakukan olah TKP, jenazah Sutrisno dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Melati Desa Pon untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Usai pemeriksaan, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, kasus ini masih dalam penyelidikan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Serdang Bedagai.

Kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu bukanlah kejadian baru di Serdang Bedagai. Pada Juli 2023, dalam waktu seminggu, tiga kecelakaan terjadi di wilayah ini, mengakibatkan tiga orang tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Menurut data PT Kereta Api Indonesia (KAI), sepanjang tahun 2023 hingga Maret 2024, terjadi 414 kecelakaan di perlintasan sebidang, dengan 124 korban meninggal dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I