Waduh! 5 Tahun Rugi Berturut-turut, Manchester United Terpaksa PHK Karyawan!

AKURAT SUMUT - Manchester United tengah menghadapi fase krusial dalam upaya menata ulang struktur internal dan mengembalikan stabilitas keuangan setelah lima tahun berturut-turut mencatat kerugian.
Untuk mencapai profitabilitas kembali, klub melakukan berbagai langkah penting, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penyesuaian organisasi.
Pada tahun 2024, sekitar 250 karyawan telah terkena PHK. Saat ini, klub mempertimbangkan PHK tambahan terhadap 150 hingga 200 posisi melalui proses konsultasi yang transparan dan adil.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi transformasi guna memastikan masa depan klub yang lebih stabil secara finansial.
Sir Jim Ratcliffe, pemilik bersama dengan 28,94% saham melalui grup Ineos, baru saja merayakan satu tahun masa kepemilikan.
Sementara itu, CEO Manchester United, Omar Berrada, menekankan bahwa upaya transformasi ini tak hanya menyangkut perbaikan keuangan, melainkan juga peningkatan performa tim di semua lini, mulai dari tim utama, tim wanita, hingga akademi.
Dalam sebuah pernyataan, ia mengatakan:
"Kita memiliki tanggung jawab untuk menempatkan klub dalam posisi terbaik, baik di tim utama, tim wanita, maupun akademi. Kami memulai serangkaian langkah komprehensif untuk mentransformasi dan meremajakan klub." ucap CEO Manchester
"Sayangnya, ini berarti kita harus melakukan pemutusan hubungan kerja lebih lanjut, yang kami sesalkan dampaknya bagi rekan-rekan yang terdampak. Namun, keputusan sulit ini perlu agar keuangan klub dapat stabil kembali. Kita tidak bisa terus berinvestasi demi kesuksesan di lapangan dan peningkatan fasilitas jika terus mengalami kerugian." tambahnya
Ia juga menambahkan, "Di akhir proses ini, kami akan memiliki klub yang lebih ramping, gesit, dan berkelanjutan secara finansial, serta mampu menyediakan layanan kelas dunia bagi mitra komersial.
Dengan kondisi tersebut, kami akan lebih siap berinvestasi untuk mencapai sukses di lapangan dan meningkatkan fasilitas bagi para penggemar, sambil tetap mematuhi peraturan UEFA dan Premier League."
Laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa klub mengeluarkan biaya sekitar Rp261 miliar (setara dengan £14,5 juta) untuk memisahkan diri dari mantan manajer Erik ten Hag, direktur olahraga Dan Ashworth, dan beberapa anggota staf lainnya.
Secara rinci, pemutusan kontrak Ten Hag dan stafnya pada bulan Oktober menelan biaya sekitar Rp187,2 miliar (sekitar £10,4 juta), sedangkan kepergian Ashworth pada bulan Desember, hanya lima bulan setelah bergabung, menambah beban sebesar Rp73,8 miliar (sekitar £4,1 juta).
Keputusan kontroversial ini terjadi di tengah kondisi tim utama yang tengah berjuang. Setelah hasil imbang 2-2 melawan Everton dan kekalahan 1-0 dari Tottenham, Manchester United kini berada di posisi ke-15 klasemen Premier League.
Meski Ruben Amorim telah dilantik sebagai pengganti Ten Hag untuk memperbaiki performa Setan Merah di Premier League, namun hasil yang diharapkan belum juga terlihat.
Untuk kuartal yang berakhir 31 Desember, laporan keuangan mencatat kerugian sekitar Rp498,6 miliar (setara dengan £27,7 juta), dengan total pendapatan mencapai sekitar Rp3,58 triliun (setara dengan £198,7 juta), turun 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meskipun EBITDA tercatat sekitar Rp1,27 triliun (setara dengan £70,5 juta), biaya perdagangan pemain dan bunga utang membuat klub harus mencatat kerugian signifikan.
Beban bunga utang meningkat tajam, dari sekitar Rp5,4 miliar (setara dengan £300.000) menjadi sekitar Rp677 miliar (setara dengan £37,6 juta). Fluktuasi nilai tukar pada pinjaman dalam dolar AS yang tidak dilindungi turut menyumbang kenaikan tersebut.
Proyeksi untuk tahun fiskal 2025 menunjukkan harapan yang lebih cerah dengan target pendapatan antara Rp11,7 triliun hingga Rp12,06 triliun (setara dengan £650-£670 juta) dan EBITDA yang disesuaikan mencapai kisaran Rp2,61 triliun hingga Rp2,88 triliun (setara dengan £145-£160 juta).
Namun, tekanan finansial masih nyata. Menurut laporan dari Manchester United Supporter's Trust, pembayaran bunga utang selama enam bulan terakhir mencapai sekitar Rp338,4 miliar (setara dengan £18,8 juta), sehingga total biaya bunga sejak terjadinya leveraged buyout telah melebihi Rp18 triliun (lebih dari £1 miliar).
Tanpa suntikan dana sebesar Rp1,44 triliun (setara dengan £80 juta) dari Ineos, cadangan kas klub diperkirakan hanya tersisa sekitar Rp270 miliar (setara dengan £15 juta).
Di samping upaya penataan internal, klub terus menggencarkan proyek strategis untuk jangka panjang.
Pengembangan Carrington Training Complex berjalan sesuai rencana, sementara masa depan Old Trafford tengah dipertimbangkan sebagai bagian dari program regenerasi kawasan yang kini telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Inggris.
Proyek-proyek ini diharapkan dapat membuka potensi ekonomi baru di sekitar stadion dan mendukung investasi demi peningkatan performa tim.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





