Tiba di Kualanamu, Menteri Kehutanan Ubah Nama Orangutan Rocky Jadi Heera: Artinya Berlian

Akurat Sumut - Orangutan Sumatera (Pongo abelii) korban perdagangan satwa liar lintas negara dari India resmi tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (19/10/2026).
Setibanya di tanah kelahiran, mamalia jantan yang sebelumnya dipanggil Rocky tersebut langsung diberi nama baru oleh pemerintah, yakni Heera.
Pergantian nama tersebut diumumkan secara langsung oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, saat menyambut kedatangan satwa langka itu di area Kargo Bandara Kualanamu.
Raja Juli menjelaskan bahwa perubahan nama tersebut didasari oleh masukan dari pengusaha sekaligus pegiat konservasi asal India, Anant Ambani, usai memantau proses pemulihan kesehatan sang orangutan di fasilitas rehabilitasi India.
“Saya mendapat saran dari ‘saudara’ saya, Anant Ambani, bahwa mereka memberi nama Rocky yang berarti batu. Tetapi Ambani memberikan saran lebih baik untuk menamai Rocky menjadi Heera yang berarti berlian,” ujar Raja Juli Antoni kepada awak media di Kargo Bandara Kualanamu, Senin (19/10/2026).
Pemberian nama Heera yang dalam bahasa Hindi berarti berlian diharapkan menjadi simbol berharganya keberadaan satwa endemik Sumatera tersebut bagi keanekaragaman hayati Indonesia maupun dunia.
Sebelum dipulangkan ke Indonesia, Heera diselamatkan oleh otoritas India dari kasus perdagangan ilegal di kawasan Thane, dekat Mumbai, pada 12 November 2024 lalu. Saat ditemukan, Heera diperkirakan baru berusia 18 hingga 20 bulan dan sempat mengalami infeksi paru-paru (bronkopneumonia).
Setelah menjalani perawatan intensif di Greens Zoological Rescue and Rehabilitation Centre (GZRRC)/Vantara di Jamnagar, Gujarat, kondisi fisik Heera dinyatakan pulih total serta bebas dari penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan Hepatitis A/B.
Setibanya di Sumut, Heera langsung menjalani pemeriksaan medis awal oleh tim dokter hewan dan petugas karantina Bandara Kualanamu. Selanjutnya, Heera ditransfer menuju fasilitas rehabilitasi Sumatran Rescue Alliance (SRA) di Kecamatan Bukit Mas, Kabupaten Langkat.
Di fasilitas SRA yang dikelola oleh Centre for Orangutan Protection (COP) tersebut, Heera akan menjalani masa karantina lanjutan serta pelatihan adaptasi liar seperti memanjat dan mencari pakan mandiri, sebelum akhirnya siap dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.
Dengan hadirnya Heera, kini fasilitas SRA mendampingi sembilan individu orangutan Sumatera dalam proses pemulihan, termasuk empat individu yang sebelumnya berhasil direpatriasi dari Thailand pada akhir 2025.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dugaan Judi Dadu di Bahorok Langkat Bebas Beroperasi, Pengunjung Wajib Titip Smartphone
- 2Polres Tebing Tinggi Bongkar Jaringan Penipuan Sepeda Listrik Terorganisir, 4 Residivis Diringkus
- 3Operasi Sarang Narkoba di Pindoan, Polres Labuhanbatu Amankan 2 Pria dan Sabu 20 Gram Lebih
- 4Petugas Rutan Medan Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dalam Dompet Pengunjung Wanita
- 5Tim Cobra Polres Karo Tangkap Residivis Pencurian Rumah di Kabanjahe
- 6WALHI Desak Penanganan Karhutla Lintas Sektor, Minta Presiden Tegakkan Inpres 3/2020
- 7Rumah Pengedar Digerebek Polisi, Lapak Nyabu Disewakan Rp5 Ribu
- 8Sinergi TNI dan Pemuda Mengguncang Sungai Kanan Lewat Turnamen Mini Soccer Piala Pemuda Pancasila
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur




