Sumut

Tilang Malam Hari Berujung Viral, Oknum Polisi Medan Terancam Sanksi Etik

Kurnia | 15 Mei 2025, 04:23 WIB
Tilang Malam Hari Berujung Viral, Oknum Polisi Medan Terancam Sanksi Etik

AKURAT SUMUT - Seorang anggota Unit Lalu Lintas Polsek Medan Baru, Bripka HS, resmi menjalani penempatan khusus (patsus) selama 30 hari di Propam Polrestabes Medan Sumatera Utara.

Menyusul beredarnya video yang menampilkan dugaan permintaan uang tilang sebesar Rp 200.000 melalui aplikasi DANA.

Keputusan ini diambil sambil menunggu kelanjutan pemeriksaan internal.

Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan, Kapolrestabes Medan, menyampaikan bahwa Bripka HS telah diperiksa dan langsung dikenakan tahanan administratif.

“Saat ini yang bersangkutan kita patsus 30 hari, sambil proses pemeriksaan masih berjalan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/5/2025).

Menurut Gidion, setelah masa patsus usai, Bripka HS akan menghadapi sidang kode etik di Propam Polrestabes Medan untuk menentukan sanksi lebih lanjut.

Insiden bermula pada Jumat, 9 Mei 2025, sekitar pukul 21.00 WIB, ketika Bripka HS dalam perjalanan menuju pos piket di Polsek Medan Baru menghentikan tiga pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm.

Video yang diunggah akun Instagram @medanheadline.tv kemudian memperlihatkan petugas diduga meminta uang damai senilai Rp 200.000 agar pelanggar tidak menerima surat tilang.

Menanggapi tudingan tersebut, AKBP I Made Parwita, Kasat Lantas Polrestabes Medan, menegaskan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan bukti transfer dana ke rekening atau DANA milik Bripka HS.

“Berdasarkan penelusuran kami bersama Paminal, tidak ada catatan transfer ke DANA atau rekening petugas,” kata Parwita.

Ia menambahkan bahwa apabila terbukti melakukan pelanggaran prosedur, oknum anggota akan kena tindakan tegas sesuai aturan.

Parwita juga menjelaskan prosedur tilang yang benar, yakni pemberian kode BRIVA untuk membayar denda melalui bank atau lembar tilang berwarna merah yang mengharuskan pelanggar hadir dalam sidang pengadilan.

“Ini sudah viral, kami klarifikasi untuk mendapatkan gambaran yang berimbang,” ujarnya.

Untuk memperkuat proses klarifikasi, Propam kini sedang mencari pembuat video viral serta pengendara yang dihentikan guna dimintai keterangan.

“Kami akan klarifikasi langsung dengan pengendara itu agar informasi lengkap dan seimbang,” terang Gidion.

Kasus ini mencerminkan komitmen Polrestabes Medan memberantas praktik pungli di kalangan personel.

Dengan langkah penempatan khusus dan sidang kode etik, diharapkan dapat memberi efek jera sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I