Sumut

Microsoft Lakukan PHK Besar Sampai 6000 Pekerja, demi Pusat Data dan Mesin AI Masa Depan!

Kurnia | 15 Mei 2025, 03:57 WIB
Microsoft Lakukan PHK Besar Sampai 6000 Pekerja, demi Pusat Data dan Mesin AI Masa Depan!

AKURAT SUMUT - Microsoft akan merumahkan atau melakukan PHK sekitar 6.000 karyawan, atau setara tiga persen dari total 228.000 tenaga kerjanya di seluruh dunia.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi biaya sekaligus mendukung alokasi dana besar untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Juru Bicara Microsoft, Sarah Johnson, menyampaikan pada 14 Mei 2025 bahwa “kami terus menerapkan perubahan organisasi yang diperlukan untuk memposisikan perusahaan sebaik mungkin agar sukses di pasar yang dinamis.”

Kebijakan ini akan mencakup semua tingkatan jabatan dan wilayah operasi, serta menjadi gelombang pemangkasan terbesar sejak 2023.

Sebelumnya, pada Januari 2025, Microsoft memang melakukan penyesuaian tenaga kerja dalam skala lebih kecil yang terkait evaluasi kinerja individu.

Namun gelombang PHK kali ini murni ditujukan untuk merampingkan struktur organisasi, bukan akibat penurunan performa karyawan.

Investasi infrastruktur AI menjadi latar balik utama kebijakan ini. Microsoft telah menganggarkan belanja modal hingga 80 miliar dolar AS sepanjang tahun fiskal 2025.

Mayoritas dana akan dipakai untuk memperluas kapasitas pusat data demi mengantisipasi lonjakan permintaan komputasi bagi layanan AI.

Tanpa perluasan tersebut, ambisi Microsoft menjadi pelopor teknologi AI global berisiko terhambat oleh keterbatasan kapasitas teknis.

Di sisi lain, beban investasi itu mulai menekan margin keuntungan.

Laporan keuangan per Maret 2025 menunjukkan margin layanan Microsoft Cloud menyusut menjadi 69 persen, turun dari 72 persen pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Margin yang menipis inilah yang mendorong manajemen mengambil langkah pengetatan biaya agar belanja AI tidak menggerus profitabilitas secara berlebihan.

Tren pemangkasan tenaga kerja demi fokus pada AI juga terjadi di perusahaan teknologi besar lain. Pada 2024, Alphabet induk Google, memberhentikan ratusan karyawannya untuk menekan biaya dan mempercepat penelitian AI.

Analis pasar teknologi, David Lee dari TechInsights, menilai bahwa “setiap perusahaan yang berinvestasi besar di AI harus siap melakukan efisiensi operasional agar pertumbuhan investasi tidak menimbulkan beban keuangan jangka panjang.”

Dengan keputusan ini, Microsoft menegaskan komitmennya mengokohkan posisi di era kecerdasan buatan, meski menuntut penyesuaian organisasi yang cukup besar di tengah ketidakpastian ekonomi global.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I