Driver Online Kena Portal di Komplek MMTC Medan! Kok Bisa?

AKURAT SUMUT - Pada 1 Januari 2025, sekitar pukul 12.15 WIB, sebuah insiden terjadi di Kompleks MMTC, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.
Aidil, seorang pengemudi layanan transportasi online berusia 27 tahun, mengalami kecelakaan ketika portal besi di pintu keluar kompleks tersebut tiba-tiba jatuh dan menimpa kendaraannya.
Akibatnya, kaca depan mobilnya pecah, dan bagian atap mengalami kerusakan signifikan.
Aidil, yang berdomisili di Jalan Ampera, Mandala, Kecamatan Medan Denai, menceritakan bahwa saat itu ia hendak meninggalkan kompleks setelah menjemput penumpang.
Tanpa peringatan, portal yang seharusnya berfungsi sebagai pengaman akses keluar-masuk area tersebut, tiba-tiba turun dan menghantam mobilnya.
"Saya sedang dalam perjalanan keluar dari kompleks MMTC ketika portal tersebut mendadak jatuh dan menimpa mobil saya, menyebabkan kaca depan pecah," ungkap Aidil.
Pada saat kejadian, seorang petugas keamanan bernama Wendi menyaksikan insiden tersebut dan segera membantu Aidil mengangkat portal yang menimpa mobilnya.
"Wendi langsung membantu saya mengangkat portal yang jatuh. Kejadian ini juga diketahui oleh komandan regu keamanan yang bertugas saat itu," tambah Aidil.
Keesokan harinya, 2 Januari 2025, Aidil mendatangi kantor manajemen MMTC untuk melaporkan insiden tersebut dan mencari solusi atas kerusakan yang dialaminya. Namun, respons yang diterima tidak sesuai harapannya.
Pihak manajemen menyatakan bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas insiden tersebut dengan alasan bahwa kompleks MMTC terbuka untuk umum.
"Jawaban dari manajemen tidak masuk akal. Meskipun area ini terbuka untuk umum, seharusnya mereka tetap memastikan bahwa fasilitas seperti portal berfungsi dengan baik dan aman bagi semua pengguna," kata Aidil dengan nada kecewa.
Ia juga menyoroti kondisi portal yang hanya ditopang oleh beberapa batu sebagai pemberat, yang menurutnya sangat berbahaya.
"Portal itu hanya ditahan dengan batu. Jika batunya bergeser atau jatuh, portal bisa tiba-tiba turun dan menimpa siapa saja yang melintas di bawahnya. Beruntung saya berada di dalam mobil. Bayangkan jika yang terkena adalah pengendara motor atau pejalan kaki, bisa fatal akibatnya," jelas Aidil.
Akibat insiden tersebut, mobil Aidil mengalami kerusakan pada kaca depan dan beberapa bagian bodi yang penyok. Untuk dapat kembali bekerja sebagai pengemudi online, ia terpaksa mengeluarkan biaya pribadi sebesar Rp1,2 juta untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
"Saya harus segera memperbaiki mobil karena ini adalah sumber penghasilan saya. Tanpa mobil yang layak, saya tidak bisa bekerja dan menghidupi keluarga," ujarnya.
Meskipun insiden tersebut telah dilaporkan, hingga kini kondisi portal di pintu keluar kompleks MMTC masih belum mengalami perbaikan. Portal tersebut tetap ditopang oleh batu sebagai pemberat, yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
"Sepertinya manajemen tidak peduli. Portal masih dalam kondisi yang sama. Saya khawatir akan ada korban lain jika ini tidak segera diperbaiki," kata Aidil.
Aidil berharap pihak manajemen MMTC segera mengambil tindakan untuk memperbaiki portal tersebut demi keselamatan semua pengguna jalan yang melintasi area tersebut. "Fasilitas seperti ini seharusnya mendapatkan perhatian lebih. Jangan sampai ada korban lain yang mengalami hal serupa atau bahkan lebih parah," tegasnya.
Menanggapi insiden ini, Gentri, yang bertanggung jawab atas operasional PT Deli Metropolitan selaku pengelola MMTC, menyatakan bahwa kejadian tersebut tidak terduga. "Kami juga tidak menyangka portal itu tiba-tiba jatuh menimpa mobil," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jalan di kompleks MMTC memang dibuka untuk umum sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. "Jalannya memang dibuka untuk warga. Jadi, kalau ada orang melintas, kami biarkan saja, anggap saja ini bagian dari CSR kami," jelas Gentri.
Insiden yang dialami oleh Aidil menyoroti pentingnya pemeliharaan dan pengawasan fasilitas umum, terutama yang berkaitan dengan keselamatan pengguna.
Portal yang berfungsi sebagai pengatur akses seharusnya dirancang dan dipelihara dengan standar keselamatan yang tinggi untuk mencegah kecelakaan.
Penggunaan batu sebagai pemberat untuk menahan portal menunjukkan kurangnya perhatian terhadap aspek keselamatan.
Sistem penyangga yang tidak memadai dapat menyebabkan portal jatuh secara tiba-tiba, menimbulkan risiko cedera serius atau bahkan kematian bagi pengguna jalan.
Selain itu, respons manajemen yang terkesan abai terhadap insiden ini menunjukkan kurangnya tanggung jawab dan kepedulian terhadap keselamatan publik.
Sikap seperti ini tidak hanya merugikan korban secara materiil tetapi juga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pengelola fasilitas umum.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









