Sumut

Menuju Ramadhan 2025! Muhammadiyah Tetapkan 1 Maret, NU dan Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

Kurnia | 13 Februari 2025, 04:07 WIB
Menuju Ramadhan 2025! Muhammadiyah Tetapkan 1 Maret, NU dan Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

AKURAT SUMUT - Bulan Ramadhan 1446 H semakin dekat, dan umat Islam di Indonesia bersiap menyambut ibadah puasa. 

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan bahwa awal puasa jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, sedangkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H diperkirakan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah melalui Kementerian Agama RI (Kemenag) belum menetapkan tanggal pasti karena masih menunggu hasil Sidang Isbat yang akan digelar pada 28 Februari 2025. 

Sidang ini akan menjadi momen penentuan apakah awal Ramadan 2025 akan bersamaan atau berbeda antar organisasi Islam di Indonesia.

Tahun ini, ada kemungkinan puasa dan Lebaran akan serentak antara Muhammadiyah dan NU. 

Hal ini karena posisi hilal pada 29 Sya'ban 1446 H diperkirakan sudah cukup tinggi untuk terlihat dengan jelas. 

Jika prediksi ini benar, maka umat Islam di Indonesia dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan merayakan Idul Fitri secara bersama-sama.

Keputusan Muhammadiyah ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal, yang telah menjadi pedoman utama organisasi tersebut dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Menurut hasil perhitungan astronomi yang dilakukan oleh Muhammadiyah, jadwal puasa dan Idul Fitri 2025 adalah sebagai berikut:

  • Awal Ramadhan 1446 H: Sabtu, 1 Maret 2025
  • 1 Syawal 1446 H (Idul Fitri): Senin, 31 Maret 2025

Metode hisab yang digunakan Muhammadiyah berfokus pada perhitungan posisi hilal. Jika hilal sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, maka keesokan harinya akan ditetapkan sebagai awal bulan baru.

Dengan adanya ketetapan ini, warga Muhammadiyah dapat mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan lebih awal.

Berbeda dengan Muhammadiyah, NU dan pemerintah menentukan awal bulan Hijriah berdasarkan metode rukyatul hilal, yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap keberadaan bulan sabit baru setelah matahari terbenam. 

Oleh karena itu, keputusan mereka baru akan diumumkan setelah Sidang Isbat pada 28 Februari 2025.

Sidang Isbat ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk:

  • Perwakilan ormas Islam
  • Para ahli astronomi dan BMKG
  • Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
  • Tim hisab rukyat Kementerian Agama

Jika hasil pemantauan menunjukkan bahwa hilal sudah terlihat, maka kemungkinan besar awal puasa akan ditetapkan pada 1 Maret 2025, sama seperti Muhammadiyah. Namun, jika hilal tidak terlihat, maka awal Ramadhan bisa bergeser menjadi 2 Maret 2025.

Sejumlah pakar astronomi memprediksi bahwa hilal pada 29 Sya'ban 1446 H akan cukup tinggi untuk dapat diamati. Jika prediksi ini akurat, maka:

  • Muhammadiyah, NU, dan pemerintah akan memulai puasa pada 1 Maret 2025
  • Idul Fitri 1446 H juga berpotensi jatuh bersamaan pada 31 Maret 2025

Potensi penetapan Ramadhan dan Idul Fitri yang serentak ini tentu menjadi kabar baik bagi umat Islam di Indonesia. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir sering terjadi perbedaan dalam menentukan awal Ramadhan dan Hari Raya, yang terkadang menyebabkan perbedaan waktu puasa dan Lebaran antar kelompok masyarakat.

Jika tahun ini Ramadhan dan Idul Fitri jatuh pada tanggal yang sama, maka umat Islam di Indonesia bisa beribadah dengan lebih nyaman tanpa perbedaan waktu dalam memulai puasa maupun merayakan Idul Fitri.

Jadwal Penting Ramadhan 2025

Berdasarkan ketetapan Muhammadiyah, berikut adalah perkiraan jadwal Ramadhan 2025:

  • Awal Ramadhan: Sabtu, 1 Maret 2025
  • Nuzulul Quran: Minggu, 16 Maret 2025
  • Malam Lailatul Qadar: Diperkirakan antara 20–30 Maret 2025
  • Akhir Ramadhan: Minggu, 30 Maret 2025
  • Idul Fitri (1 Syawal 1446 H): Senin, 31 Maret 2025

Sementara itu, NU dan pemerintah masih menunggu hasil Sidang Isbat sebelum menetapkan jadwal resmi Ramadhan.

Menjelang Ramadan, masyarakat Indonesia sudah mulai bersiap-siap menyambut bulan suci dengan berbagai persiapan. 

Sejumlah pedagang telah melaporkan meningkatnya permintaan bahan makanan, terutama kebutuhan untuk sahur dan berbuka puasa.

Di sisi lain, berbagai masjid dan lembaga keagamaan juga mulai mengadakan kegiatan persiapan Ramadhan, seperti pengajian, kajian keislaman, dan pelatihan imam tarawih.

Banyak umat Islam yang berharap bahwa tahun ini Ramadhan dapat dijalankan secara bersamaan tanpa perbedaan tanggal. Hal ini dapat memperkuat rasa kebersamaan dalam menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I