Sumut

Mau Belanja Ke Pasar? Simak Daftar Harga Sembako yang Naik di Medan!

Kurnia | 27 Februari 2025, 11:39 WIB
Mau Belanja Ke Pasar? Simak Daftar Harga Sembako yang Naik di Medan!

AKURAT SUMUT - Menjelang Ramadhan 1446 Hijriah, sejumlah komoditas penting di Kota Medan mengalami kenaikan harga.

Pengamatan di beberapa pasar tradisional menunjukkan adanya peningkatan harga daging sapi, ayam potong, serta bahan pangan lainnya.

Meskipun harga naik, ketersediaan pasokan tetap terjaga dan pengawasan ketat terus dilakukan oleh aparat untuk mencegah praktik penimbunan.

Di Pasar Medan Deli, harga daging sapi lokal melonjak dari Rp115.000 menjadi Rp130.000 per kilogram. 

Meski harga naik, warga tetap ramai membeli. Beberapa hari menjelang Ramadan, ratusan kilo daging sapi sudah habis terjual.

Menurut pedagang setempat kenaikan harga kemungkinan akan berlanjut, bahkan diperkirakan mencapai Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram pada esok harinya.

Harga daging ayam potong pun mengalami kenaikan signifikan. Awalnya dihargai sekitar Rp28.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp35.000 per kilogram. 

Tidak hanya daging, kenaikan harga juga terjadi pada beberapa komoditas lainnya, antara lain:

  • Cabai Merah Keriting: Harga meningkat dari kisaran Rp35.000–Rp40.000 ke Rp42.000–Rp45.000 per kilogram.
  • Tomat: Dari harga normal Rp8.000–Rp10.000 per kilogram, kini dijual mencapai Rp12.000 per kilogram.
  • Minyak Goreng Minyakita: Walaupun HET ditetapkan Rp15.700 per liter, beberapa pedagang mulai menjualnya dengan harga Rp16.000 per liter.
  • Gula Pasir dan Bawang Putih: Gula pasir dijual antara Rp18.000–Rp19.000 per kilogram, sedangkan bawang putih yang memiliki HAP Rp38.000 per kilogram kini diperdagangkan seharga Rp44.000 per kilogram.
  • Telur Ayam Broiler: Harga telur yang selama ini berada pada kisaran Rp1.700–Rp1.800 per butir diprediksi akan naik pada Jumat (28/2/2025).

Selain itu, kenaikan harga juga terlihat pada komoditas seperti cabai rawit dan kentang, yang turut menambah beban harga di lapangan.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Ramadan, Tim Satgas Pangan yang terdiri dari aparat kepolisian, Disperindag, pemerintah daerah, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar tradisional.

Ketua KPPU Kanwil I Medan, Ridho Pamungkas, menyatakan bahwa harga kebutuhan pokok relatif stabil meskipun ada komoditas yang berada di atas HET atau HAP. Ia menambahkan,

"Untuk bawang putih, mekanisme kuota impor belum mampu memenuhi kebutuhan, sehingga terjadi gap antara stok dengan permintaan."

Sementara itu, Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Edriyan Wiguna, menegaskan bahwa penimbunan bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri akan mendapat tindakan tegas. Ia menambahkan,

"Kami akan melakukan intervensi harga dan penindakan sesuai Undang-Undang bagi para pelaku penimbunan. Ancaman hukum bisa mencapai 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp50 miliar."

Kadis Perindag SDM Provinsi Sumut, Mulyadi Simatupang, menekankan bahwa meskipun terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti cabai merah dan daging ayam, ketersediaan pasokan bahan pokok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.

Mulyadi juga mengungkapkan rencana penyederhanaan rantai distribusi guna menekan kenaikan harga lebih lanjut.

Meski dinamika harga masih diprediksi akan berlanjut, pengawasan ketat dan tindakan tegas terhadap praktik penimbunan diharapkan dapat menjaga kestabilan pasokan serta mencegah lonjakan harga yang merugikan konsumen.

Dengan demikian, masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok secara terjangkau menjelang momen penting Ramadan dan Idul Fitri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I