Rupiah Menguat Tipis, Ibrahim Assuaibi Soroti Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

AKURAT SUMUT (Jakarta) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis sebesar 11 poin ke posisi Rp16.690 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (7/11/2025). Sebelumnya, rupiah berada di level Rp16.701 per dolar AS.
Penguatan terbatas ini terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan suku bunga oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Sinyal pelemahan pasar tenaga kerja AS membuat pelaku pasar memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan pada Desember mendatang.
Baca Juga: Rupiah Terpuruk, ASEAN Gusar, Trump Main Tarif, Prabowo dan Pemerintah Cari Solusi!
Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa pelemahan pasar tenaga kerja di AS memperkuat harapan terhadap penurunan suku bunga.
“Kondisi ini membuat pasar berekspektasi The Fed akan mengambil langkah lebih dovish pada akhir tahun,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima media di Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Menurut Ibrahim, peluang pemangkasan suku bunga pada Desember kini meningkat menjadi sekitar 70 persen dari sebelumnya 60 persen.
Baca Juga: Janji Keuntungan 30 Persen, EKS ASN di Sumut Tipu Pengusaha Hingga Miliaran Rupiah
Namun, ia mengingatkan bahwa ketidakpastian global masih tinggi akibat penutupan sebagian pemerintahan AS yang sudah berlangsung selama dua bulan, yang menyebabkan tertundanya rilis data ekonomi penting seperti inflasi dan ketenagakerjaan.
“Pasar kehilangan panduan resmi dari otoritas dan saat ini hanya mengandalkan survei sektor swasta,” tambah Ibrahim.
Selain faktor eksternal, tekanan terhadap rupiah juga datang dari data perdagangan China yang melemah pada Oktober 2025.
Baca Juga: Kios Pertanian Dicuri Rugi Jutaan Rupiah, Kanit Reskrim Bungkam
Melemahnya ekspor dan impor Negeri Tirai Bambu itu menunjukkan masih lemahnya permintaan global.
Situasi semakin diperburuk dengan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing, termasuk laporan yang menyebutkan rencana AS untuk membatasi penjualan chip AI skala kecil buatan Nvidia ke China.
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai pelambatan pertumbuhan ekonomi turut menjadi faktor penahan penguatan rupiah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 tercatat sebesar 5,04 persen, di bawah ekspektasi pemerintah sebesar 5,2 persen.
Menurutnya, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen di akhir tahun, pemerintah harus mampu mendorong pertumbuhan kuartal IV-2025 di kisaran 5,77 hingga 5,8 persen.
Sementara itu, proyeksi resmi pemerintah hanya di angka 5,5 persen.
“Dengan kondisi saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2025 kemungkinan hanya akan berada di sekitar 5,1 persen,” kata Ibrahim.
Pada perdagangan Senin (10/11/2025), rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpotensi melemah terbatas di kisaran Rp16.690 hingga Rp16.740 per dolar AS.
Baca Juga: Polres Metro Jakarta Barat Gagalkan Peredaran 110 Kilogram Sabu Jaringan Internasional
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prakiraan Cuaca Sumut 31 Oktober: BMKG Ungkap Sebaran Hujan dan Wilayah Berawan
- 2Sejumlah Siswa SD Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru di Deli Serdang
- 3Kepala Sekolah SD di Deli Serdang Akui Fasilitasi Damai Bermaterai Kasus Pelecehan 8 Siswa oleh Oknum Guru
- 4BMKG Warning: Bibit Siklon 91B dan Gelombang Kelvin Aktif, Aceh Berpotensi Hujan Lebat Hingga 1 November 2026
- 5Prakiraan Cuaca Kota Medan dan Sekitarnya Sepekan ke Depan, Dominasi Kondisi Berawan hingga Potensi Hujan Ringan
- 6Prakiraan Cuaca Labuhanbatu Hari Ini: Waspada Hujan Ringan, Udara Kabur dan Tips Berkendara
- 7Bibit Siklon Tropis 91B Terdeteksi di Utara Aceh: BMKG Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat
- 8Lantik 10 Pejabat, Bupati Aceh Utara 'Ayahwa' Ancam Copot Jika Gagal dalam 100 Hari Kerja
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur



