Sumut

Minibus Terjun ke Sungai di Padang Lawas, 3 Luka Serius Bayi 6 Bulan Hilang!

Kurnia | 8 April 2025, 02:55 WIB
Minibus Terjun ke Sungai di Padang Lawas, 3 Luka Serius Bayi 6 Bulan Hilang!

AKURAT SUMUT - Sebuah kecelakaan tunggal yang menimpa sebuah minibus Toyota Hiace dengan nomor polisi BD 7358 AC terjadi di sekitar jembatan kembar di Desa Aeknabara, Kecamatan Aeknabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara.

Kendaraan yang membawa 18 penumpang tersebut diduga kehilangan kendali sebelum menabrak pembatas jalan dan akhirnya terjun ke sungai.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan langsung dari Kapolres Padanglawas, AKBP Dodik Yuliyanto, melalui Kasat Lantas yang ditemani Kanit Laka Aipda Hengki, insiden ini terjadi pada malam hari, antara pukul 23.30 hingga 00.30 WIB.

Sopir yang berinisial AM, berusia 46 tahun, mengendarai minibus yang berasal dari Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, dan menuju Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Dalam kecelakaan tersebut, kendaraan melewati area jembatan kembar dan terjun ke sungai.

Dari 18 penumpang, 13 mengalami luka ringan, sedangkan tiga orang lainnya mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu, seorang bayi berusia enam bulan, yang merupakan anak dari salah satu penumpang berinisial DMA, dilaporkan hilang dan diduga hanyut terbawa arus sungai.

Tindakan Penanganan

Kanit Laka Aipda Hengki menyampaikan, “Untuk penumpang, sementara sebagian sudah diperbolehkan pulang karena tidak ada yang mengalami luka serius akibat peristiwa kecelakaan ini.”

Saat ini, sopir minibus sedang menjalani perawatan di RS Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara.

Pihak rumah sakit belum dapat meminta keterangan secara langsung dari sopir terkait penyebab kecelakaan karena saran medis agar ia fokus pada pemulihan.

Petugas gabungan dari BPBD Palas, Polres Padanglawas, dan relawan masyarakat telah dikerahkan untuk mencari bayi yang hilang tersebut.

Hingga sore menjelang malam, pencarian masih berlangsung intensif di sekitar aliran sungai di bawah jembatan kembar.

Kepala BPBD Palas, Amit Hadi Nasution, melalui Sekretaris H. Irsan Soleh Lubis, mengungkapkan bahwa tim gabungan belum menemukan keberadaan bayi yang diduga hanyut terbawa arus.

Masyarakat setempat mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Warga juga menyampaikan keprihatinan karena lokasi kecelakaan kerap menjadi titik insiden serupa.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palas, Endi Soleman, menambahkan, “Kami turut perihatin terhadap peristiwa ini. Kepada masyarakat luas, mohon doanya agar anak korban kecelakaan yang hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi sehat, amin.”

Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam, terutama karena adanya korban bayi yang masih dalam pencarian. Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan terkait penyebab hilangnya kendali minibus dan mencari korban yang masih belum ditemukan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I