Minibus Terjun ke Sungai di Padang Lawas, 3 Luka Serius Bayi 6 Bulan Hilang!

AKURAT SUMUT - Sebuah kecelakaan tunggal yang menimpa sebuah minibus Toyota Hiace dengan nomor polisi BD 7358 AC terjadi di sekitar jembatan kembar di Desa Aeknabara, Kecamatan Aeknabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara.
Kendaraan yang membawa 18 penumpang tersebut diduga kehilangan kendali sebelum menabrak pembatas jalan dan akhirnya terjun ke sungai.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan langsung dari Kapolres Padanglawas, AKBP Dodik Yuliyanto, melalui Kasat Lantas yang ditemani Kanit Laka Aipda Hengki, insiden ini terjadi pada malam hari, antara pukul 23.30 hingga 00.30 WIB.
Sopir yang berinisial AM, berusia 46 tahun, mengendarai minibus yang berasal dari Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, dan menuju Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Dalam kecelakaan tersebut, kendaraan melewati area jembatan kembar dan terjun ke sungai.
Dari 18 penumpang, 13 mengalami luka ringan, sedangkan tiga orang lainnya mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Sementara itu, seorang bayi berusia enam bulan, yang merupakan anak dari salah satu penumpang berinisial DMA, dilaporkan hilang dan diduga hanyut terbawa arus sungai.
Tindakan Penanganan
Kanit Laka Aipda Hengki menyampaikan, “Untuk penumpang, sementara sebagian sudah diperbolehkan pulang karena tidak ada yang mengalami luka serius akibat peristiwa kecelakaan ini.”
Saat ini, sopir minibus sedang menjalani perawatan di RS Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara.
Pihak rumah sakit belum dapat meminta keterangan secara langsung dari sopir terkait penyebab kecelakaan karena saran medis agar ia fokus pada pemulihan.
Petugas gabungan dari BPBD Palas, Polres Padanglawas, dan relawan masyarakat telah dikerahkan untuk mencari bayi yang hilang tersebut.
Hingga sore menjelang malam, pencarian masih berlangsung intensif di sekitar aliran sungai di bawah jembatan kembar.
Kepala BPBD Palas, Amit Hadi Nasution, melalui Sekretaris H. Irsan Soleh Lubis, mengungkapkan bahwa tim gabungan belum menemukan keberadaan bayi yang diduga hanyut terbawa arus.
Masyarakat setempat mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Warga juga menyampaikan keprihatinan karena lokasi kecelakaan kerap menjadi titik insiden serupa.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palas, Endi Soleman, menambahkan, “Kami turut perihatin terhadap peristiwa ini. Kepada masyarakat luas, mohon doanya agar anak korban kecelakaan yang hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi sehat, amin.”
Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam, terutama karena adanya korban bayi yang masih dalam pencarian. Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan terkait penyebab hilangnya kendali minibus dan mencari korban yang masih belum ditemukan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prakiraan Cuaca Sumut 31 Oktober: BMKG Ungkap Sebaran Hujan dan Wilayah Berawan
- 2Sejumlah Siswa SD Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru di Deli Serdang
- 3Kepala Sekolah SD di Deli Serdang Akui Fasilitasi Damai Bermaterai Kasus Pelecehan 8 Siswa oleh Oknum Guru
- 4Banjir Rendam Sejumlah Desa di Aceh Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
- 5BMKG Warning: Bibit Siklon 91B dan Gelombang Kelvin Aktif, Aceh Berpotensi Hujan Lebat Hingga 1 November 2026
- 6Prakiraan Cuaca Kota Medan dan Sekitarnya Sepekan ke Depan, Dominasi Kondisi Berawan hingga Potensi Hujan Ringan
- 7Lantik 10 Pejabat, Bupati Aceh Utara 'Ayahwa' Ancam Copot Jika Gagal dalam 100 Hari Kerja
- 8Bibit Siklon Tropis 91B Terdeteksi di Utara Aceh: BMKG Imbau Warga Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur




